LPDB Koperasi Dorong PSN Lewat Penguatan Dana Bergulir dan Modernisasi Teknologi

Senin, 12 Oktober 2026 | 17:11 WIB
Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto. (Suara.com/Hiskia)
BACA 10 DETIK
  • LPDB Koperasi menyalurkan dana sebesar Rp1,6 triliun kepada sekitar 150 koperasi di 35 provinsi Indonesia.
  • Krisdianto menyatakan target penyaluran dana bergulir dinaikkan hingga Rp2,2 triliun dengan fokus utama pada sektor riil.
  • LPDB Koperasi menyiapkan penerapan teknologi innovative credit scoring guna mempercepat proses analisis pembiayaan bagi koperasi.

Suara.com - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi terus mengoptimalkan penyaluran dana bergulir untuk memperkuat permodalan koperasi di seluruh Indonesia. Hingga saat ini, realisasi penyaluran dana telah mencapai Rp1,6 triliun yang tersebar di 35 provinsi.

Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto, menyampaikan penyaluran dana tersebut menjangkau kurang lebih 150 koperasi di seluruh wilayah Indonesia.

Pihaknya optimistis target penyaluran dana dapat melampaui angka Rp2,1 triliun hingga Rp2,2 triliun pada akhir Desember mendatang.

"Mudah-mudahan sampai dengan Desember nanti kita bisa tembus Rp2,1 sampai 2,2 triliun, harapannya seperti itu dan di mana mayoritas itu sesuai arahan pimpinan adalah sektor riil," kata Krisdianto kepada awak media di Yogyakarta, Senin (12/10/2026).

Disampaikan Krisdianto, sektor riil menyerap sekitar 85 persen dari total target dana bergulir tersebut.

Pembiayaan dialokasikan untuk menunjang berbagai program prioritas, seperti hilirisasi sawit, perumahan rakyat, ketahanan pangan, hingga kemandirian beras dan tebu.

"Jadi kurang lebih di 85 persen dari Rp2,1 triliun itu, itu pembiayaannya adalah di sektor riil. Sektor riil itu ya di dalamnya ada KDMP, terus kemudian program-program strategis nasional," tandasnya.

Untuk meningkatkan efisiensi dan kecepatan proses analisis permohonan pembiayaan, LPDB Koperasi tengah mempersiapkan penerapan teknologi innovative credit scoring.

Langkah ini diambil guna memodernisasi sistem analisis yang sebelumnya dilakukan secara manual dan berbasis dokumen fisik.

"Nanti akan membantu untuk LPDB dalam hal memutuskan itu dengan informasi yang lebih kompleks, yang lebih lengkap tanpa harus mendapatkan satu persatu tapi langsung terintegrasi," ucapnya.

Ia menyebut pengembangan sistem teknologi informasi ini masih membutuhkan proses uji coba dan kajian secara komprehensif agar tetap fleksibel serta tidak memberatkan calon koperasi penerima pembiayaan.

LPDB Koperasi menargetkan penerapan teknologi ini dapat terealisasi secepatnya untuk memangkas waktu proses analisis laporan keuangan.

"Jadi cenderung mempercepat, mempercepat proses kita dalam hal mengakuisisi ya, supaya makin banyak koperasi yang bisa terlayani. Harapannya secepat mungkin (diterapkan)," tandasnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com