Persiapan Pendirian BUMN Tekstil, Menperin Sebut Danantara Sudah Akuisisi Sejumlah Perusahaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:37 WIB
Menteri Perindustrian, Muhammad Sarmuji di Kantor Kemenperin, Jakarta, Selasa (13/10/2026). [Suara.com/Fakhri]
BACA 10 DETIK
  • Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menyatakan Danantara mengakuisisi beberapa perusahaan tekstil untuk disinergikan di Jakarta pada Selasa 13 Oktober 2026.
  • Danantara memperkirakan nilai investasi untuk sektor tekstil tersebut mencapai sekitar Rp100 triliun guna memperkuat industri nasional.
  • Danantara berencana membentuk BUMN baru dengan konsep industri terintegrasi dari hulu hingga hilir dalam satu kawasan.

Suara.com - Menteri Perindustrian, Muhammad Sarmuji mengungkap persiapan pendirian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor tekstil. 

Ia menyebut, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) telah mengakuisisi sejumlah perusahaan tekstil.

Akuisisi tersebut dilakukan untuk menyatukan kekuatan sejumlah perusahaan agar dapat saling bersinergi.

"Memang ada beberapa perusahaan-perusahaan tekstil yang diakuisisi, dan itu menjadi lebih bermakna karena menyatukan beberapa kekuatan. Satu perusahaan tekstil dengan perusahaan tekstil punya kekuatan masing-masing, itu nanti akan disinergikan," kata Sarmuji di Kantor Kemenperin, Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Sarmuji mengatakan, pihaknya telah bertemu dengan Danantara untuk membahas pengembangan industri tekstil. Kedua pihak berkomitmen saling mendukung sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.

"Kita sudah ketemu Danantara. Kita prinsipnya akan saling mendukung sesuai dengan tupoksi masing-masing," ujarnya.

Gedung Danatara, Jakarta. [Antara/PRNewsfoto/Shanghai SUS Environment Co., Ltd.]

Saat ditanya mengenai kemungkinan PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex masuk dalam daftar perusahaan yang diakuisisi, Sarmuji tidak memberikan konfirmasi secara spesifik.

"Beberapa perusahaan diakuisisi," katanya.

Sarmuji juga menyebut perkiraan nilai investasi Danantara di sektor tekstil mencapai sekitar Rp100 triliun. 

"Investasi Danantara cukup besar di bidang tekstil. Sekitar Rp100 triliun," pungkasnya.

Sebelumnya, Danantara berencana membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru di sektor tekstil. 

Perusahaan tersebut akan dikembangkan dengan konsep industri terintegrasi dari hulu hingga hilir dalam satu kawasan untuk memperkuat industri tekstil nasional.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Perkasa Roeslani menjelaskan, pembentukan perusahaan baru ini tidak sekadar ditujukan untuk menyuntikkan modal ke perusahaan tekstil yang sudah beroperasi. 

Danantara juga membuka peluang kemitraan dengan perusahaan tekstil eksisting untuk membangun ekosistem industri yang terintegrasi.

"Kita akan bikin perusahaan baru untuk mengembangkan perusahaan-perusahaan yang sudah ada, kita lihat dan bisa berpartner dengan existing perusahaan tekstil. Tapi untuk yang terintegrasi, kita yang akan menginisiasi di dalam satu kawasan," ujar Rosan kepada awak media di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com