- Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengumumkan pembiayaan utang Pemerintah mencapai Rp494,3 triliun per September 2026.
- Realisasi pembiayaan utang tersebut didominasi penerbitan Surat Berharga Negara sebesar Rp497,5 triliun secara neto.
- Pemerintah menyatakan pembiayaan utang tetap terjaga sesuai target untuk mendukung pengelolaan APBN yang berkelanjutan.
Suara.com - Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengumumkan kalau pembiayaan utang Pemerintah mencapai Rp 494,3 triliun per September 2026. Realisasi tersebut setara dengan 59,4 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar Rp 832,2 triliun.
Menkeu Suahasil Nazara menyebut kalau pembiayaan utang Pemerintah ini masih sesuai rencana. Sebab angka tersebut diklaim terkendali sesuai target, serta mendukung pengelolaan APBN yang kredibel dan berkelanjutan.
"Pembiayaan utang, terjaga on track," kata Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, dikutip Selasa (13/10/2026).
Secara rinci, pembiayaan utang tersebut masih didominasi oleh penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) dengan neto sebesar Rp497,5 triliun atau 62,2 persen dari target APBN sebesar Rp 799,5 triliun.
Sementara itu pembiayaan melalui pinjaman secara neto tercatat negatif Rp3,2 triliun. Angka tersebut berbanding dengan target pembiayaan pinjaman neto sebesar Rp32,7 triliun.
Jika dibandingkan secara tahunan (year on year/yoy), pembiayaan utang dari SBN 2026 lebih besar ketimbang 2025 dengan angka Rp 471,4 triliun.
Berbanding terbalik, pembiayaan utang dari pinjaman di 2026 justru lebih sedikit dari 2025 dengan angka Rp 31,5 triliun.
Lebih lanjut Suahasil menyebut kalau Pemerintah amat memperhatikan kondisi pasar SBN serta kondisi ekonomi global di dunia terkait pembiayaan utang Pemerintah.
"Karena menerbitkan SBN ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati melihat kondisi pasar, tapi juga harus oportunistik. Kalau lagi bagus pasarnya, kita terbitkan. Lagi kurang bagus pasarnya, kita agak lakukan adjustment sedikit," jelas Suahasil.