IHSG Masih Betah di Level 5.900, Pantau MEDC

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:13 WIB
Pekerja melihat telepon pintarnya dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
BACA 10 DETIK
  • Indeks Harga Saham Gabungan dibuka melemah ke level 5.913 pada perdagangan Kamis, 15 Oktober 2026 pagi hari.
  • Pelemahan IHSG dipicu oleh inflasi Amerika Serikat bulan September 2026 yang tercatat lebih tinggi dari perkiraan pasar.
  • BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan IHSG masih bergerak di bawah level psikologis 6.000 akibat sentimen global tersebut.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah pada awal perdagangan, Kamis, 15 Oktober 2026. IHSG dibuka memerah ke level 5.913.

Berdasarkan data Stockbit, hingga pukul 09.05 WIB, IHSG masih berada di zona merah ke level 5.901 ke level 0,69 persen.

Pada perdagangan waktu itu sebanyak 3,29 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nila transaksi mencapai Rp1,03 triliun serta frekuensi sebesar 113.440 kali.

Di waktu itu, terdapat 128 saham menghijau, sedangkan, 431 saham merosot. Sisanya, 404 saham masih belum bergerak alias stagnan.

Pengunjung melintas dibawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]

Adapun, berikut beberpa saham yang Top Gainer dan Loser di waktu itu:

Top Gainer

  • BSWD
  • PTSP
  • TFCO
  • BLTZ
  • WAPO

Top Loser

  • GRPH
  • SOSS
  • PNGO
  • ROCK
  • KBLV

Proyeksi IHSG

IHSG diperkirakan masih bergerak di bawah level psikologis 6.000 pada perdagangan hari ini Investor akan mencermati dampak inflasi Amerika Serikat (AS) yang tercatat lebih tinggi dari perkiraan pasar.

Berdasarkan riset BRI Danareksa Sekruitas, inflasi AS pada September 2026 mencapai 3,7 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY). Angka tersebut berada di atas konsensus pasar sebesar 3,6 persen.

Inflasi yang lebih tinggi berpotensi memperkuat dolar AS dan mempertahankan ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko aliran modal keluar (capital outflow) dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, serta menambah tekanan terhadap rupiah dan IHSG.

Investor juga akan mencermati pergerakan indeks dolar AS atau DXY dan imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury yield) untuk melihat arah sentimen pasar.

Secara teknikal, selama belum mampu menembus kembali level 6.000, IHSG dinilai masih memiliki kecenderungan bearish dan rentan mengalami tekanan.

Area 5.900–5.850 menjadi level dukungan (support) penting yang perlu dipertahankan. Jika IHSG menembus area tersebut, risiko pelemahan lanjutan perlu diwaspadai.

Sebaliknya, penembusan level 6.000 diperlukan untuk memperbaiki momentum pergerakan indeks dalam jangka pendek.

Di tengah kondisi pasar yang masih dibayangi ketidakpastian, riset BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan tiga saham untuk dicermati pada perdagangan Kamis (15/10/2026), yakni, PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com