UMKM RI Bidik Pasar Global

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:53 WIB
Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia terus didorong menembus pasar global melalui produk kerajinan tangan yang inovatif dan berdaya saing. Foto ist
BACA 10 DETIK
  • PERURI membawa dua UMKM binaan ke INACRAFT 2026 untuk membuka akses pasar global.
  • Produk ramah lingkungan dan fesyen inklusif menjadi andalan UMKM binaan PERURI.
  • Inovasi digital dan peningkatan kualitas menjadi kunci daya saing produk kriya Indonesia.

Suara.com - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia terus didorong menembus pasar global melalui produk kerajinan tangan yang inovatif dan berdaya saing. Pameran International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026 menjadi salah satu pintu masuk untuk memperluas pasar sekaligus membuka peluang bisnis bagi pelaku usaha lokal.

PT Peruri (PERURI) membawa dua UMKM binaannya, yakni Oh My Craft! yang mengembangkan kerajinan ramah lingkungan dan Kreasi Tuli Indonesia yang bergerak di sektor fesyen, dalam pameran INACRAFT 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, pada 7-11 Oktober 2026.

Keduanya berhasil melewati proses kurasi untuk memamerkan produk unggulan di ajang kerajinan terbesar dan terlengkap di Asia Tenggara tersebut. Keikutsertaan ini diharapkan tidak sekadar meningkatkan eksposur produk, tetapi juga membuka akses ke jaringan bisnis dan calon pembeli yang lebih luas, termasuk dari pasar internasional.

Partisipasi Kreasi Tuli Indonesia juga menyoroti peluang pengembangan UMKM yang melibatkan penyandang disabilitas. Melalui produk fesyen, usaha ini menunjukkan bahwa pemberdayaan kelompok disabilitas dapat berjalan seiring dengan upaya meningkatkan kualitas dan daya saing produk kriya Indonesia.

Head of Corporate Secretary PERURI Adi Sunardi mengatakan, keikutsertaan UMKM binaan dalam INACRAFT menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring usaha dan membangun kolaborasi baru.

“Melalui kesempatan berharga ini, para pelaku UMKM binaan PERURI memiliki peluang besar untuk memperluas jejaring usaha, membangun kolaborasi baru, hingga memperoleh akses pasar yang jauh lebih luas,” ujar Adi dalam keterangan tertulis.

INACRAFT 2026 mengusung tema Techno Craft, yang menekankan perpaduan kerajinan dengan inovasi dan teknologi. Pameran ini diinisiasi oleh Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) bersama Mediatama Event untuk mengoptimalkan potensi pasar domestik sekaligus memperluas peluang produk kerajinan Indonesia di pasar global.

Selain memperluas pemasaran, ajang ini diarahkan untuk mendorong regenerasi perajin melalui keterlibatan wirausaha muda atau youthpreneurs. Pemanfaatan teknologi dan inovasi digital juga menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan daya saing produk kriya nasional di tengah persaingan pasar internasional.

Pada pembukaan pameran, Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Selvi Gibran Rakabuming bersama jajaran menteri kabinet turut berdialog dengan pelaku UMKM nasional untuk mengapresiasi kontribusi mereka dalam pengembangan ekonomi kreatif.

Bagi UMKM, peluang tampil dalam pameran berskala internasional menjadi salah satu langkah untuk memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas. Namun, upaya menembus pasar global juga membutuhkan konsistensi kualitas, inovasi desain, dan kemampuan memenuhi kebutuhan calon pembeli.

Adi mengatakan PERURI akan terus mendampingi mitra binaannya dalam meningkatkan mutu dan inovasi produk agar mampu bersaing secara berkelanjutan.

“Kami berkomitmen penuh untuk terus mendampingi para pelaku UMKM binaan dalam meningkatkan mutu serta inovasi produknya. Lewat pemanfaatan teknologi, kami optimistis karya lokal ini tidak hanya mampu bersaing secara global, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat fondasi ekonomi kreatif nasional secara berkelanjutan,” tuturnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com