- Indeks Harga Saham Gabungan merosot 11,31 persen setelah dibukanya trading halt.
- Penurunan tajam tersebut terjadi setelah penghentian perdagangan sementara dibuka akibat rencana penurunan peringkat pasar modal Indonesia oleh lembaga pemeringkat MSCI.
- Lembaga pemeringkat MSCI berencana mengubah klasifikasi pasar modal Indonesia menjadi pasar mandiri.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus mengalami kemerosotan setelah penghentian perdagangan sementara atau trading halt dibuka.
Mengutip data Stockbit, pada pukul 09.31 WIB IHSG melemah 11,31 persen ke level 5.200.
Pada waktu itu, sebanyak 6,92 miliar saham diperdagangankan dengan nilai mencapai Rp2,38 triliun, frekuensi sebanyak 185.130 kali.
Untuk diketahui, trading halt terjadi jika Indeks turun mencapai 8 persen. Trading halt akan berlangsung selama 30 menit.
Jika IHSG merosot hingga 15 persen, maka BEI akan kembali menetapkan trading halt selama 30 menit.
Penurunan ini disinyalir adanya pengumuman lembaga pemeringkat MSCI yang ingin menurunkan peringkat pasar modal Indonesia ke Standalone Market.
Alasan MSCI dipicu oleh kekhawatiran terhadap aksesibilitas investasi, transparansi kepemilikan saham, dan tata kelola pasar modal Indonesia. Dalam pernyataannya, MSCI menyampaikan bahwa rencana perubahan klasifikasi tersebut masih dalam tahap konsultasi.
Keputusan ini menyusul peringatan yang sebelumnya disampaikan pada Juni 2026, ketika MSCI menyatakan Indonesia berpotensi mengalami reklasifikasi apabila persoalan aksesibilitas pasar tidak kunjung teratasi.
"Oleh karena itu, MSCI menganggap klasifikasi Indonesia sebagai Pasar Berkembang yang berkelanjutan tidak lagi tepat dan meluncurkan konsultasi mengenai proposal untuk mengklasifikasikan ulang Indonesia sebagai Pasar Mandiri," kata MSCI dikutip Reuters, Jumat (16/10/2026).