- PIHPS Bank Indonesia mencatat harga rata-rata cabai rawit merah secara nasional mencapai Rp104.250 per kilogram pada Jumat, 16 Oktober 2026.
- Kenaikan harga pangan juga melanda komoditas cabai merah, bawang, beras tertentu, daging ayam ras, gula, dan berbagai jenis minyak goreng di pasar tradisional.
- Sebagian komoditas pangan nasional mengalami penurunan harga, meliputi cabai rawit hijau, beras kualitas super, daging sapi, dan telur ayam ras.
Suara.com - Harga cabai rawit merah masih bertahan di atas Rp100.000 per kilogram (kg) pada Jumat (16/10/2026). Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia, harga cabai rawit merah di pasar tradisional secara nasional mencapai Rp104.250 per kg.
Data yang diakses melalui situs web bi.go.id/hargapangan pukul 10.17 WIB menunjukkan harga cabai rawit merah naik 0,77 persen atau Rp800 per kg dibandingkan hari sebelumnya. Kenaikan ini terjadi di tengah pergerakan harga sejumlah komoditas pangan lainnya yang bervariasi.
Selain cabai rawit merah, harga cabai merah keriting juga mengalami kenaikan. Komoditas tersebut dibanderol Rp85.100 per kg, naik 0,95 persen atau Rp800 per kg.
Harga cabai merah besar tercatat Rp75.600 per kg, melonjak 6,55 persen atau Rp4.650 per kg. Sementara itu, cabai rawit hijau justru turun 2,73 persen atau Rp2.100 menjadi Rp74.750 per kg.
Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas bawang. Bawang merah ukuran sedang mencapai Rp38.750 per kg, naik 4,59 persen atau Rp1.700. Adapun bawang putih ukuran sedang dibanderol Rp39.800 per kg, meningkat 2,58 persen atau Rp1.000 per kg.
Di kelompok beras, harga beras kualitas bawah I naik 3,36 persen atau Rp500 menjadi Rp15.400 per kg. Beras kualitas bawah II juga meningkat 3,73 persen atau Rp550 menjadi Rp15.300 per kg.
Beras kualitas medium I tercatat Rp16.900 per kg, naik 1,5 persen atau Rp250. Sementara itu, beras kualitas medium II mencapai Rp16.900 per kg setelah meningkat 3,05 persen atau Rp500.
Sebaliknya, harga beras kualitas super mengalami penurunan. Beras kualitas super I turun 1,39 persen atau Rp250 menjadi Rp17.700 per kg. Beras kualitas super II juga turun 1,15 persen atau Rp200 menjadi Rp17.200 per kg.
Pada komoditas protein hewani, harga daging ayam ras segar naik 0,97 persen atau Rp400 menjadi Rp41.750 per kg. Sementara itu, daging sapi kualitas I turun 0,95 persen atau Rp1.450 menjadi Rp151.200 per kg, sedangkan daging sapi kualitas II turun 0,07 persen atau Rp100 menjadi Rp143.900 per kg.
Harga telur ayam ras segar tercatat Rp29.650 per kg, turun 0,17 persen atau Rp50 dibandingkan hari sebelumnya.
Untuk komoditas gula, gula pasir kualitas premium naik 0,73 persen atau Rp150 menjadi Rp20.650 per kg. Gula pasir lokal juga meningkat 1,3 persen atau Rp250 menjadi Rp19.500 per kg.
Kenaikan harga turut terjadi pada berbagai jenis minyak goreng. Minyak goreng curah naik 2,71 persen atau Rp550 menjadi Rp20.850 per kg. Minyak goreng kemasan bermerek 1 meningkat 0,2 persen atau Rp50 menjadi Rp24.450 per kg, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek 2 naik 1,27 persen atau Rp300 menjadi Rp23.900 per kg.
Data PIHPS Bank Indonesia tersebut merupakan rata-rata harga pangan nasional di pasar tradisional dari seluruh provinsi di Indonesia. Harga di masing-masing daerah dapat berbeda mengikuti kondisi pasar setempat.