Brantas Abipraya Hadirkan Fasilitas Pendidikan Berkualitas, Wajah Baru Sekolah Negeri di Jakarta

Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:57 WIB
SDN Pekayon 05, Jakarta dibangun Brantas Abipraya untuk memeberikan mendukung tersedianya lingkungan belajar yang nyaman dan berkualitas untuk siswa. (Dok: Brantas Abipraya)

Suara.com - PT Brantas Abipraya (Persero) terus memperkuat kontribusinya dalam pembangunan infrastruktur pendidikan melalui pembangunan dan revitalisasi fasilitas di lima sekolah di DKI Jakarta. Ini menjadi bagian dari upaya Brantas Abipraya menghadirkan lingkungan belajar yang lebih nyaman, modern, aman, dan inklusif guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

Lima sekolah yang menjadi lokasi pekerjaan tersebut meliputi SDN Cakung Timur 02, SDN Pondok Bambu 01, SMKN 55 Jakarta di Pademangan, SDN Pekayon 05, serta SMPN 91 di Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Pelaksanaan pembangunan dan revitalisasi ini tidak hanya berfokus pada pembaruan fisik bangunan, tetapi juga pada penyediaan fasilitas yang menunjang kebutuhan pembelajaran. Sejumlah fasilitas yang dihadirkan mencakup ruang kelas dengan papan tulis digital, fasilitas ramah disabilitas, serta sarana olahraga untuk mendukung aktivitas dan pengembangan potensi peserta didik.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau hasil revitalisasi fasilitas pendidikan di SDN Pekayon 05 dan SMPN 91 pada 12 Oktober 2026. Peninjauan tersebut memperlihatkan pembaruan sarana dan prasarana sekolah yang dirancang untuk mendukung proses belajar mengajar serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman, modern, dan inklusif.

Dampak pembaruan fasilitas tersebut turut dirasakan oleh pihak sekolah. Wakil Kepala Sekolah SDN Pekayon 05, Rianti, menyampaikan bahwa wajah baru sekolah memberikan suasana belajar yang lebih nyaman sekaligus meningkatkan antusiasme peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.

“Adanya wajah baru sekolah ini menambah semangat belajar anak-anak. Mereka sangat menikmati gedung baru yang megah ini. Fasilitas yang sekarang juga jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya, terutama dari sisi kenyamanan,” ujar Rianti.

Ia berharap, fasilitas yang semakin memadai dapat mendorong peserta didik untuk terus mengembangkan potensi dan meraih prestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

“Dengan adanya fasilitas dan wajah baru sekolah ini, harapannya anak-anak dapat meningkatkan prestasi, baik akademik maupun nonakademik, karena fasilitas yang tersedia sekarang sangat menunjang,” tambahnya.

Apresiasi serupa disampaikan oleh Dewi, orang tua siswa SDN Pekayon 05, yang menilai pembaruan fasilitas sekolah memberikan lingkungan belajar yang lebih baik bagi anak-anak. Menurutnya, fasilitas yang lebih lengkap dapat menjadi salah satu faktor yang mendorong semangat belajar peserta didik.

“Saya merasa senang karena fasilitas sekolah saat ini jauh lebih baik, lebih memadai, dan sangat lengkap. Anak-anak jadi lebih semangat untuk belajar dan harapannya kelak bisa meningkatkan prestasinya,” ungkap Dewi.

Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya (Persero), Dian Sovana, menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur pendidikan merupakan investasi strategis yang manfaatnya melampaui penyediaan bangunan fisik.

“Pembangunan infrastruktur pendidikan harus memberikan manfaat nyata bagi proses belajar mengajar. Kami memandang kualitas fasilitas sekolah sebagai salah satu faktor pendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mampu mendorong peserta didik untuk berkembang. Melalui pekerjaan di lima sekolah ini, Brantas Abipraya berupaya menghadirkan infrastruktur yang fungsional, berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhan penggunanya,” ujar Dian.

Ia menambahkan bahwa pelaksanaan proyek pendidikan membutuhkan perhatian terhadap kualitas pekerjaan, ketepatan pelaksanaan, serta kesesuaian fasilitas dengan kebutuhan sekolah. Dengan demikian, infrastruktur yang dibangun dapat mendukung aktivitas pendidikan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menekankan pentingnya revitalisasi sekolah dalam mendukung tersedianya fasilitas pendidikan yang layak dan menunjang kegiatan belajar mengajar.

“Revitalisasi sekolah merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Jakarta. Fasilitas yang memadai, lingkungan yang nyaman, dan aksesibilitas bagi seluruh peserta didik menjadi aspek penting untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih baik,” ujar Pramono.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com