Pemerintah Gelar Rapat Dadakan Bareng KSSK buntut Laporan MSCI

Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:55 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto Rina-Suara.com
BACA 10 DETIK
  • Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan KSSK menggelar rapat di Jakarta pada Jumat (16/10/2026).
  • Rapat tersebut diselenggarakan untuk menyikapi anjloknya IHSG dan Rupiah akibat konsultasi perubahan klasifikasi MSCI.
  • IHSG merosot 10,75 persen ke level 5.223 setelah MSCI berencana menurunkan peringkat pasar modal Indonesia.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kalau pihaknya akan menggelar rapat bersama anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyikapi anjloknya pasar saham RI.

Pertemuan ini dilakukan usai Morgan Stanley Capital International (MSCI) membuka konsultasi untuk mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia. Buntut laporan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga mata uang Rupiah anjlok.

“Sudah ada (pertemuan dengan anggota KSSK). Ya pokoknya hari ini. Tempatnya nanti ditentukan pada saat bertemu,” kata Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Sayangnya Menko Perekonomian tidak menjelaskan lebih rinci pihak mana saja yang ikut rapat tersebut.

Namun anggota KSSK sendiri terdiri dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Sementara itu Indeks Harga Saham Gabungan(IHSG) berakhir terus tertekan hinggan akhir persen di Perdagangan Sesi I, Jumat, 16 Oktober 2026. IHSG merosot 630,77 poin atau 10,75 persen ke level 5.223.

Berdasarkan data Phintraco Sekuritas, IHSG dibuka di level 5.394. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 5.405 dan terendah 5.193 sepanjang perdagangan sesi pertama.

Di tengah pelemahan tersebut, nilai transaksi saham tercatat mencapai Rp17,30 triliun. Sementara itu, volume transaksi mencapai 37,83 miliar saham dengan frekuensi perdagangan sebanyak 1.336.396 kali.

Di sisi lain, penurunan ini disinyalir adanya pengumuman lembaga pemeringkat MSCI yang ingin menurunkan peringkat pasar modal Indonesia ke Standalone Market. IHSG juga sempat trading halt alias menghentikan perdagangan saham pagi tadi.

Alasan laporan MSCI keluar dipicu oleh kekhawatiran terhadap aksesibilitas investasi, transparansi kepemilikan saham, dan tata kelola pasar modal Indonesia. Dalam pernyataannya, MSCI menyampaikan bahwa rencana perubahan klasifikasi tersebut masih dalam tahap konsultasi.

Keputusan ini menyusul peringatan yang sebelumnya disampaikan pada Juni 2026, ketika MSCI menyatakan Indonesia berpotensi mengalami reklasifikasi apabila persoalan aksesibilitas pasar tidak kunjung teratasi.

"Oleh karena itu, MSCI menganggap klasifikasi Indonesia sebagai Pasar Berkembang yang berkelanjutan tidak lagi tepat dan meluncurkan konsultasi mengenai proposal untuk mengklasifikasikan ulang Indonesia sebagai Pasar Mandiri," kata MSCI dikutip Reuters, Jumat (16/10/2026).

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com