- Nilai tukar rupiah anjlok ke level Rp18.027 per dolar AS pada perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026.
- Pelemahan terdalam di Asia ini dipicu oleh ancaman penurunan kelas pasar modal Indonesia dari penyedia indeks global MSCI.
- Tekanan domestik tersebut membuat rupiah melemah tajam, sementara pergerakan selanjutnya bergantung pada respons investor dan pemerintah.
Suara.com - Ancaman penyedia indeks global MSCI terhadap pasar modal Indonesia membuat nilai tukar rupiah semakin terpuruk pada Jumat (16/10/2026). Faktanya rupiah menjadi mata uang dengan penurunan paling besar di Asia.
Berdasarkan data Blomberg, rupiah ditutup ke level Rp18.027 dolar AS, melemah 89 poin atau turun 0,50 persen dibandingkan penutupan sebelumnya Rp17.938.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah didorong oleh pengumuman MSCI yang membuka opsi pasar modal Indonesia turun kelas.
"Rupiah ditutup melemah tajam terhadap dolar AS di tengah sentiment risk off domestik oleh kekuatiran downgrade MSCI," katanya saat dihubungi Suara.com.
Dia menambahkan pelemahan ini murni sentiment negatif domestik. Pasalnya, indeks dolar AS sendiri terpantau menurun oleh meredanya sell off obligasi global.
"Rupiah diperkirakan masih dalam tekanan oleh sentiment negatif ini, namun akan tergantung respond investor dan pemerintah dalam beberapa hari kedepan yang bisa menentukan arah rupiah," jelasnya.
Sementara itu, beberapa mata uang Asia seperti yen Jepang melemah 0,02 persen. Ringgit Malaysia melemah 0,007 persen dan dolar Hong Kong melemah 0,005 persen.
Sedangkan, mata uang Asia lainnya menguat. Won Korea menjadi mata uang Asia yang menguat paling tinggi sebesar 0,69 persen. Lalu, baht Thailand menguat 0,305 persen dan dolar Singapura menguat 0,164 persen.