- Gapmmi menyatakan alokasi gula industri makanan dan minuman turun menjadi tiga juta pada 2026 tanpa stok penyangga.
- Ketua Gapmmi Adhi S. Lukman mendesak pemerintah segera menyelesaikan Neraca Komoditas 2027 demi kelancaran pasokan bahan baku.
- Ekonom Indef Rizal Taufikurahman memperingatkan keterlambatan pasokan bahan baku berpotensi menurunkan utilisasi pabrik dan menekan arus kas industri.
Kebutuhan tersebut semakin mendesak karena industri makanan dan minuman tengah mempersiapkan distribusi untuk menghadapi Natal dan Tahun Baru (Nataru), Imlek, hingga Ramadan dan Lebaran 2027.
Adhi menyebut perusahaan sudah mulai mendistribusikan produk sejak Oktober untuk memenuhi kebutuhan distributor, supermarket, dan grosir di berbagai daerah.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Rizal Taufikurahman menilai, keterlambatan pasokan bahan baku dapat mengganggu operasional industri, terutama jika perusahaan kesulitan memperoleh bahan baku sesuai kebutuhan.
"Keterlambatan Neraca Komoditas berpotensi menurunkan utilisasi pabrik, sementara biaya tetap terus berjalan. Konsekuensinya, biaya produksi per unit meningkat, margin tergerus, dan arus kas tertekan," kata Rizal.