Tuntutan Sektor Industri Makanan, Nilai Halal Jadi Standar Lintas Negara

Senin, 21 September 2026 | 06:25 WIB
Business Innovation Award JEC 2026, Perkuat Halal Integrity dan Inovasi Bisnis [Ist]
BACA 10 DETIK
  • Produsen makanan siap saji CIOMY asal Garut meraih Business Innovation Award dalam ajang Jakarta Entrepreneur Conference 2026 di Jakarta pada Minggu, 6 September 2026.
  • Perusahaan menerapkan konsep integritas halal menyeluruh yang mencakup lima prinsip meliputi halal hidup, modal, zat, proses, dan transaksi dalam ekosistem bisnisnya.
  • Pencapaian tersebut menjadi tolak ukur evaluasi model bisnis guna mencapai target jangka panjang membawa produk lokal menembus industri halal global.

Suara.com - Dalam industri makanan modern, aspek halal kini tidak lagi sekadar pemenuhan kewajiban religius bagi konsumen muslim, melainkan telah bertransformasi menjadi standar krusial yang menentukan kualitas, keamanan, dan etika sebuah bisnis.

Kesadaran masyarakat yang kian tinggi terhadap asal-usul bahan baku dan proses pengolahan membuat prinsip halal menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik.

Bagi para pelaku usaha kuliner, penerapan nilai-nilai halal secara menyeluruh—mulai dari rantai pasok, proses produksi, hingga sistem transaksi—kini menjadi salah satu kunci utama untuk menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus meningkatkan daya saing di tengah pasar yang semakin ketat.

Pentingnya integrasi nilai halal dalam operasional bisnis ini tercermin pada pencapaian produsen makanan siap saji asal Garut, CIOMY. Perusahaan tersebut baru saja menerima penghargaan Business Innovation Award dalam ajang Jakarta Entrepreneur Conference (JEC) 2026 yang diselenggarakan di Jakarta pada Minggu (6/9/2026).

Penghargaan ini diberikan atas langkah perusahaan dalam menjalankan inovasi bisnis yang berlandaskan pada prinsip integritas halal.

Pendiri CIOMY, Dian Aryanti, menjelaskan bahwa konsep halal yang diterapkan oleh usahanya tidak terbatas pada produk akhir semata. Perusahaan mengadopsi lima prinsip utama yang disebut sebagai Halal Integrity, yang meliputi halal hidup, halal modal, halal zat, halal proses, dan halal transaksi.

Pendekatan ini mewajibkan agar standar halal diterapkan pada seluruh ekosistem bisnis, mulai dari pencarian sumber pendanaan, pemilihan bahan baku, tahapan produksi, hingga tata cara bertransaksi dengan mitra dan konsumen.

Lebih lanjut, inovasi yang dilakukan perusahaan tidak hanya berpusat pada pengembangan produk makanan praktis (convenience food), tetapi juga pada pengelolaan sistem kerja dan sumber daya manusia (SDM). Manajemen perusahaan memandang bahwa percepatan skala bisnis kerap terjadi lebih cepat daripada kesiapan internal. 

Sehingga, pertumbuhan bisnis harus selalu diimbangi dengan peningkatan kapasitas, kompetensi, dan kesiapan organisasi agar mampu merespons dinamika kebutuhan konsumen secara tepat.

Seiring dengan pergeseran gaya hidup masyarakat yang membutuhkan kepraktisan, sektor convenience food halal mencatatkan tren pertumbuhan yang positif. Hal ini membuka peluang bagi jenama lokal untuk memperluas jangkauan pasarnya.

Penghargaan di JEC 2026 menjadi salah satu tolak ukur bagi CIOMY dalam mengevaluasi model bisnisnya. Ke depannya, jenama asal Garut ini menetapkan target jangka panjang untuk membawa produk makanan siap saji lokal menembus industri halal di tingkat global, dengan tetap mempertahankan konsistensi pada inovasi, penguatan organisasi, dan prinsip integritas bisnis.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com