- BBRI anjlok ke ARB Rp2.460 per saham akibat tekanan sentimen rebalancing MSCI.
- Sebanyak 23 dari 33 analis merekomendasikan beli saham BBRI.
- Target harga konsensus Rp3.848 membuka potensi kenaikan sekitar 56,4%.
Suara.com - Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mengalami tekanan hebat pada perdagangan awal pekan, Senin (19/10/2026). Harga saham BBRI terkoreksi signifikan hingga menyentuh batas Auto Rejection Bawah (ARB) ke level Rp2.460 per saham.
Penurunan tajam ini dipicu oleh aksi lepas saham oleh investor menyusul sentimen negatif terkait penyesuaian (rebalancing) indeks MSCI.
Meskipun secara historis imbal hasil saham BBRI mencatatkan penurunan (LTM Return) sebesar -22,4%, mayoritas analis dari berbagai sekuritas terkemuka masih mempertahankan pandangan positif terhadap prospek jangka panjang bank BUMN tersebut.
Berdasarkan data konsensus Bloomberg per 19 Oktober 2026, dari total analis yang melakukan coverage saham BBRI:
- 69,7% (23 analis) memberikan rekomendasi Beli (Buy/Overweight/Add/Accumulate).
- 27,3% (9 analis) memberikan rekomendasi Tahan (Hold/Neutral).
- 3,0% (1 analis) memberikan rekomendasi Jual (Sell).
Rata-rata target harga (12M Target Price) yang dipatok oleh para analis berada di angka Rp3.848,21 per saham. Dengan harga penutupan BBRI saat ini di Rp2.460, saham BBRI secara teoritis masih memiliki potensi kenaikan (Return Potential) mencapai 56,4%.
Meskipun sentimen negatif MSCI membayangi pergerakan harga saham BBRI dalam jangka pendek, konsensus pasar menunjukkan bahwa valuasi fundamental BBRI saat ini dinilai sudah sangat murah (undervalued) bagi investor berjangka panjang.
Disclaimer: Informasi dalam berita ini tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi investasi atau ajakan untuk membeli maupun menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Setiap investor diharapkan melakukan analisis mandiri dan memahami risiko sebelum mengambil keputusan investasi.