Akuisisi Bayan oleh Haji Isam Disebut Bikin MSCI Kasih Putusan Saham RI Turun kasta

Senin, 19 Oktober 2026 | 07:14 WIB
Ilustrasi MSCI memutuskan saham Indonesia masuk kategori standalone market. [Gemini AI]
BACA 10 DETIK
  • Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira menyatakan rencana MSCI menjadikan Indonesia standalone market dipicu transaksi saham PT Bayan Resources Tbk.
  • Kurangnya sanksi tegas dari OJK dan BEI serta rencana Danantara membeli saham bursa memperburuk penilaian independensi pasar modal.
  • Ancaman penurunan status tersebut dikhawatirkan memicu keluarnya dana asing secara masif sehingga pimpinan OJK dan BEI diminta mundur.

Suara.com - Direktur Eksekutif Celios,Bhima Yudhistira, mengungkapkan penyebab MSCI berencana ingin membuka opsi Indonesia masuk dalam kategori standalone market. 

Salah satunya dia, menyoroti transaksi  pengambilalihan 30,25 persen saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) oleh Haji Isam. 

Lantaran,  transaksi tersebut dapat memengaruhi persepsi investor asing, terutama ketika MSCI mengevaluasi status pasar saham Indonesia.

"Sejak freeze MSCI pada 27 Januari 2026 perubahan di aturan bursa hanya dilakukan secara administratif, sementara praktiknya makin jauh dari ideal. Akuisisi saham Bayan salah indikator bagaimana transparansi dan perlindungan investor minoritas bukan prioritas utama," katanya saat dihubungi Suara.com, Senin (19/10/2026).

Dia mengatakan bahwa pengumuman MSCI ini tentunya menekan pasar saham Indonesia. Apalagi, tidak ada sanksi tegas dari OJK ataupun BEI mengenai beberapa saham yang banyak dimiliki segelintir orang dan rendahnya komposisi free float. 

"Tidak ada punishment atau sanksi yang berat buat perusahaan yang melakukan praktik terlarang di bursa," jelasnya. 

Lahan mineral. Sebagai ilustrasi. (Dok: Bayan Resources)

Dia menambahkan, aksi Danantara yang ingin membeli saham BEI dalam konteks demutualisasi bursa juga menambah beban penilaian independensi bursa saham. Hal ini tentunya membuat MSCI memberikan peringatan keras untuk pasar saham Indonesia.

"Danantara bagaimanapun state backup entity.  Jadi persoalan ini sangat serius karena indonesia yang terancam  turun ke standalone market akan memicu dana asing keluar dalam jumlah yang masif," jelasnya.

Dia menekankan bahwa agar direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengundurkan diri jika tidak bisa memberikan kinerja pasar saham yang lebih baik. 

Apalagi, indeks global MSCI nampaknya sangat serius memberikan sanksi kepada pasar modal Indonesia.

"Bahkan bursa di Burkina Faso lebih baik posisinya sebagai frontier market. Karena gagal dan posisi bursa saham makin terancam sebaiknya Ketua OJK dan direktur BEI mengundurkan diri," jelasnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com