- Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan akan segera menggelar pertemuan klarifikasi dengan MSCI di Gedung BEI pada Senin (19/10/2026).
- Pertemuan tersebut membahas rencana MSCI yang ingin menurunkan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.
- BEI bersama para investor global menegaskan bahwa Indonesia sangat layak tetap berada dalam kategori emerging market.
Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) segera mengggelar pertemuan dengan indeks penilaian global Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Hal ini membahas mengenai rencana MSCI yang ingin menurunkan pasar modal Indonesia ke standalone market. Dalam hal ini Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengatakan dalam pertemuan antara BEI dan MSCI yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 15.30 WIB.
“Karena kami di bursa, di OJK, maupun partisipan, sebagian besar partisipan dari MSCI tidak menyangka bahwa akan ada pengumuman seperti itu. Tentu kami akan menanyakan klarifikasi terkait dengan latar belakangnya,” ujar Jeffrey kepada wartawan di Gedung BEI, Senin (19/10/2026).
Dia menambahkan, BEI akan menyampaikan perkembangan hasil pertemuan tersebut kepada media setelah diskusi dengan MSCI selesai.
“Nanti setelah pertemuan sore nanti jam 15.30. Kami akan update lagi kepada rekan-rekan media,” katanya.
Jeffrey menegaskan, pasar modal Indonesia masih layak berada dalam kategori emerging market atau pasar negara berkembang.
Menurut dia, para partisipan pasar dan investor global yang berdiskusi dengan BEI juga menilai Indonesia memenuhi kriteria untuk tetap berada dalam kategori emerging market.
“Kalau Indonesia layak di emerging, rasanya itu bukan pendapat kami saja. Bahkan para partisipan, para investor global yang berdiskusi dengan kami, semua sepakat bahwa Indonesia memenuhi seluruh kriteria untuk berada di emerging market,” tuturnya .
Jeffrey juga merujuk pada lampiran yang disampaikan MSCI. Menurut dia, dokumen tersebut memuat sejumlah poin yang menunjukkan bahwa Indonesia memenuhi kriteria sebagai pasar negara berkembang.
“Di lampiran yang disampaikan oleh MSCI sendiri, di situ banyak sekali poin-poinnya dan bisa dilihat Indonesia memenuhi. Bahkan dalam beberapa poin, Indonesia lebih baik dari negara emerging market lain,” tegasnya.