- IHSG sempat anjlok 5% sebelum memangkas koreksi menjadi 3,8%.
- Saham bank BUMN mendadak bangkit di tengah tekanan sentimen MSCI.
- Kabar Danantara masuk pasar beredar, tetapi belum terkonfirmasi.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terjun bebas hingga 5% pada penutupan sesi I perdagangan Senin (19/10/2026). Namun, tekanan jual mendadak mereda setelah sejumlah saham perbankan pelat merah dan emiten BUMN lainnya berbalik arah dari posisi terendahnya.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG yang sebelumnya ambles 5% kemudian memangkas koreksi menjadi sekitar 3,8%. Meski tekanan mulai mereda, indeks masih berada di zona merah dan mencerminkan rapuhnya kepercayaan pasar di tengah sentimen negatif yang membayangi bursa.
Saham-saham bank besar milik negara menjadi salah satu penopang perbaikan tersebut. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang sempat anjlok 6,8% memangkas koreksi menjadi sekitar 3%.
Lebih mengejutkan, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) berbalik ke zona hijau dengan kenaikan 0,59%. Sementara itu, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) berhasil mengurangi penurunannya menjadi sekitar 1%.
Pergerakan serupa juga terjadi pada saham sektor pertambangan pelat merah. Saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) memangkas koreksi hingga tersisa sekitar 3%. Adapun saham PT Timah Tbk. (TINS), yang sebelumnya menyentuh batas penurunan harian, bangkit dan bergerak di kisaran koreksi 5%.
Pembalikan arah sejumlah saham berkapitalisasi besar ini terjadi ketika pasar masih dibayangi ketidakpastian terkait kebijakan indeks global MSCI. Sentimen tersebut menambah tekanan terhadap pasar saham domestik dan memicu volatilitas tajam pada perdagangan.
Di tengah situasi tersebut, beredar kabar di pasar bahwa Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) akan masuk ke pasar saham untuk membeli saham-saham BUMN yang terkoreksi dalam dan dinilai memiliki valuasi murah.