Danantara Akan Kumpulkan Bos Perusahaan Teknologi Ternama

Senin, 19 Oktober 2026 | 19:24 WIB
Danantara Indonesia akan menggelar Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 pada 26–28 Oktober 2026 di Fairmont Jakarta. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].
BACA 10 DETIK
  • Danantara Indonesia menyelenggarakan Danantara Technology Innovation Investment Forum 2026 di Fairmont Jakarta pada 26–28 Oktober 2026.
  • Forum bisnis ini mempertemukan perwakilan BUMN, CEO teknologi global, investor, inovator, dan pusat riset internasional.
  • Agenda tersebut menargetkan realisasi kerja sama investasi dan penandatanganan nota kesepahaman proyek konkret pasca-acara.

Suara.com - Danantara Indonesia akan menggelar Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 pada 26–28 Oktober 2026 di Fairmont Jakarta. Forum ini dirancang untuk menghubungkan sektor industri strategis nasional dengan jaringan teknologi, lembaga riset, dan investor global.

Agenda tersebut diperkirakan bakal dihadiri lebih dari 1.500 peserta, termasuk perwakilan dari 50 Badan Usaha Milik Negara (BUMN), 131 CEO perusahaan teknologi internasional, 170 inovator, serta 67 pusat riset dan penerima penghargaan Nobel.

Chief Technology Officer Danantara Indonesia sekaligus Ketua DTIIF 2026, Sigit Puji Santosa, menyatakan bahwa forum ini berfokus pada dorongan komersialisasi dan adopsi teknologi secara langsung di industri nasional.

"Bagi Danantara Indonesia, investasi harus mendorong adopsi dan industrialisasi inovasi dalam skala besar. Dengan mengubah terobosan menjadi kapasitas nyata, kita dapat meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, dan menciptakan lapangan kerja," kata Sigit dalam keterangannya, Senin (19/10/2026).

BPI Danantara. [Suara.com/Achmad Fauzi].

Rangkaian forum selama tiga hari ini akan memfokuskan pembahasan pada enam sektor utama, mencakup energi, pertanian, pangan, dan kesehatan, material maju dan semikonduktor, transportasi dan infrastruktur, keuangan dan perbankan, hingga kecerdasan buatan (AI), infrastruktur digital, serta telekomunikasi.

Selain sesi pleno dan kuliah umum dari peraih Nobel, DTIIF 2026 menjadwalkan sesi pemaparan proyek (project pitching), business matching, serta pertemuan bilateral antara pengambil kebijakan, BUMN, dan investor asing—termasuk perwakilan raksasa teknologi seperti Google dan Microsoft.

Sigit menambahkan, keberhasilan forum ini tidak berhenti pada seremonial, melainkan diukur melalui realisasi kerja sama investasi dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) proyek konkret pasca-acara.

"Keberhasilan DTIIF yang sesungguhnya diukur dari apa yang terbangun setelah Forum berakhir. Setiap kemitraan, MoU, dan pipeline proyek dari Forum ini akan terus ditindaklanjuti, sehingga komitmen yang tercapai dapat menghasilkan proyek berdampak nyata," pungkasnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com