Suahasil Akan Jor-joran di Akhir Tahun, APBN Dipakai Belanja Rp 1.300 Triliun

Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:24 WIB
[Kiri-Kanan] Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menkeu Suahasil Nazara, Gubernur BI Destry Damayanti, dan Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi saat konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10/2026) malam. [Suara.com/Novian]
BACA 10 DETIK
  • Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan rencana belanja APBN sebesar Rp 1.300 triliun pada kuartal keempat 2026.
  • Pengumuman tersebut disampaikan usai melaporkan kondisi ekonomi kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan pada Senin (19/10/2026).
  • Tujuan anggaran tersebut adalah untuk mendorong kegiatan konsumsi masyarakat, layanan publik, perlindungan sosial, dan bantuan pangan.

Suara.com - Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan kalau Pemerintah bakal jor-joran mengeluarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di akhir tahun 2026 mendatang.

Menkeu Suahasil menyebut kalau Belanja Negara yang dikeluarkan Pemerintah bakal mencapai Rp 1.300 triliun di Q4 2026. Angka ini lebih tinggi dibandingkan Q4 2025 sebesar Rp 1.200 triliun.

Jadi, belanja APBN akan terus lebih tinggi dibandingkan Q4 tahun lalu," kata Suahasil usai melaporkan kondisi ekonomi RI kepada Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan pada Senin (19/10/2026) malam.

Suahasil menyebut kalau belanja APBN ini dipakai Pemerintah untuk mendorong kegiatan ekonomi di masyarakat. Hal itu mencakup layanan publik pemerintah hingga perlindungan sosial.

Selain itu, Belanja Negara juga dipakai untuk penyaluran bantuan pangan yang sudah mulai bergulir di Q4 2026. Dengan begitu ini akan mendorong kegiatan konsumsi maupun pengeluaran pemerintah di perekonomian.

"Ini akan mendorong kegiatan konsumsi dan mendorong apa namanya kegiatan government expenditure di perekonomian kita," lanjutnya.

Lebih lanjut Suahasil menjelaskan kalau Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bersama Bank Indonesia (BI) bakal terus bekerja sama untuk memastikan stabilitas di sektor keuangan.

"Dan kita akan terus mendukung teman-teman di OJK yang melakukan pengawasan mikroprudensial," jelas Suahasil.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com