Sentimen Penopang Rebound IHSG Sesi I, BBRI dan Saham Perbankan Meroket

Selasa, 20 Oktober 2026 | 13:05 WIB
[Suara.com/Hadi]
BACA 10 DETIK
  • IHSG ditutup melesat 4,16 persen ke level 5.204,63 pada Sesi I perdagangan Selasa, 20 Oktober 2026.
  • Sektor perbankan besar menjadi penopang utama, termasuk saham BBRI yang melonjak 8,27 persen ke level Rp2.750.
  • Penguatan pasar didorong aksi buyback emiten, pengetatan aturan BEI, dan rencana penambahan kepemilikan saham BUMN.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan Sesi I Selasa (20/10/2026). Indeks ditutup melesat 4,16 persen atau naik menuju level 5.204,63, memangkas sebagian tekanan koreksi tajam yang terjadi sepanjang pekan lalu.

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyoroti pergerakan positif bursa melalui unggahan di akun media sosial pribadinya. Ia membagikan tangkapan layar penguatan saham-saham perbankan berkapitalisasi besar (big banks) beserta kenaikan IHSG dengan menyertakan keterangan singkat, "Pagi Yang Cerah".

Pergerakan Saham Perbankan dan Kinerja BBRI

Sektor perbankan menjadi penopang utama laju IHSG pada paruh pertama perdagangan. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan kenaikan 5,95 persen, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menguat 4,05 persen, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 2,70 persen.

Sementara itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi salah satu kontributor terbesar terhadap kenaikan indeks dengan menyumbang sekitar 23,7 poin. Saham BBRI ditutup menguat 8,27 persen atau naik Rp210 ke level Rp2.750 per lembar saham pada penutupan Sesi I, setelah dibuka di posisi Rp2.610.

Sepanjang sesi, BBRI bergerak di rentang Rp2.580 hingga Rp2.750 dengan volume perdagangan mencapai sekitar 429 juta lembar saham dan nilai transaksi menembus lebih dari Rp680 miliar.

Meskipun menguat hari ini, secara tahun berjalan (year to date), IHSG masih mencatatkan penurunan sebesar 40,47 persen akibat tekanan dari pengumuman evaluasi indeks oleh MSCI.

Tiga Sentimen Utama Penopang Rebound Pasar

Penguatan bursa domestik pada perdagangan pagi hingga siang ini didorong oleh tiga sentimen utama yang muncul secara bersamaan:

  • Aksi Buyback Saham Emiten: Lima emiten dari Grup Prajogo Pangestu dan Grup Sinar Mas menyiapkan dana pembelian kembali (buyback) saham dengan total nilai gabungan mencapai Rp4,5 triliun. PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) masing-masing mengalokasikan hingga Rp1 triliun, sedangkan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menganggarkan Rp500 miliar.
  • Pengetatan Aturan oleh BEI: Bursa Efek Indonesia merilis dua kebijakan baru untuk meningkatkan transparansi, yakni penambahan informasi hubungan afiliasi pada publikasi pemegang saham di atas 1 persen, serta pembekuan saham High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan IHSG. Kelompok saham HSC tersebut memiliki porsi bobot sekitar 18 persen terhadap indeks.
  • Dukungan Lembaga Pengelola Investasi: Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menyatakan kesiapan pihak terkait untuk menambah kepemilikan pada saham-saham BUMN yang memiliki fundamental kuat, khususnya sektor perbankan yang harganya telah mengalami penurunan drastis.

DISCLAIMER: Artikel ini disajikan murni untuk pemenuhan hak informasi publik mengenai dinamika pasar modal, pergerakan indeks, dan keterbukaan informasi emiten. Seluruh data angka, harga saham, dan pernyataan pejabat publik dikutip secara presisi dari data perdagangan Bursa Efek Indonesia serta rilis resmi terkait. Artikel ini bukan merupakan rekomendasi atau ajakan untuk melakukan transaksi jual-beli saham.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com