Saham BBCA Bangkit di Sesi I IHSG Ditopang Aksi Korporasi Jumbo

Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:55 WIB
[Dok BCA]
BACA 10 DETIK
  • Saham PT Bank Central Asia Tbk melonjak 4,25 persen ke level Rp5.025 pada Selasa, 20 Oktober 2026.
  • Manajemen BCA melaksanakan program pembelian kembali saham untuk mendukung stabilitas pasar modal Indonesia selama periode tersebut.
  • Pengusaha Jusuf Hamka menyiapkan dana lima triliun rupiah guna memborong saham blue chip termasuk BCA.

Suara.com - Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan pemulihan (rebound) yang signifikan pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa (20/10/2026). Saham perbankan berkapitalisasi pasar terbesar ini ditutup melonjak 4,25% atau naik 205 poin ke level Rp5.025 per lembar saham.

Penguatan harga saham BBCA ini bertepatan dengan eksekusi program pembelian kembali (buyback) saham oleh manajemen perseroan yang dijadwalkan berlangsung pada 19–21 Oktober 2026. Aksi korporasi ini merupakan kelanjutan dari realisasi program serupa yang telah dilaksanakan pada April dan Juni 2026.

"Aksi korporasi ini merupakan lanjutan dari realisasi program buyback saham yang sebelumnya dilaksanakan pada April dan Juni 2026 lalu. Buyback saham menjadi wujud keyakinan perusahaan terhadap fundamental bisnis perseroan. Aksi korporasi ini juga dilakukan untuk mendukung stabilitas pasar modal Indonesia," tulis manajemen BCA dalam keterangan resminya.

Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, periode pelaksanaan program buyback BCA memiliki rentang waktu 12 bulan, terhitung sejak 12 Maret 2026 hingga 11 Maret 2027, kecuali diakhiri lebih cepat.

BCA memastikan bahwa pelaksanaan buyback tidak akan memberikan dampak material terhadap kinerja keuangan maupun kegiatan usaha perseroan secara keseluruhan.

Selama periode eksekusi buyback, terdapat pembatasan transaksi bagi pihak-pihak internal yang terafiliasi dengan perseroan. Mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 29 Tahun 2023, pembatasan ini berlaku bagi anggota direksi, dewan komisaris, pegawai, hingga pemegang saham utama. Kendati demikian, aturan ini tidak membatasi investor publik untuk memperdagangkan saham BBCA di bursa.

Koreksi MSCI dan Rencana Belanja Jusuf Hamka

Langkah buyback BCA menjadi sorotan utama lantaran dieksekusi tepat di tengah kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dipicu oleh penyesuaian (rebalancing) indeks MSCI pada Jumat (16/10/2026) pekan lalu. Penurunan valuasi di pasar modal ini justru memicu aksi akumulasi besar-besaran dari sejumlah investor kakap, salah satunya adalah pengusaha Jusuf Hamka.

Melalui unggahan di media sosial, Jusuf Hamka menyatakan telah menyiapkan konsorsium dana segar hingga Rp5 triliun bersama rekan-rekannya untuk memborong saham-saham blue chip yang terdiskon di pasar modal mulai awal pekan ini. Saham BBCA masuk ke dalam radar utama investasinya mengingat fundamental perusahaan dan rekam jejak pembagian dividen yang konsisten.

"Pasti hari Senin saya akan belanja. Di kelompok kita Rp5 triliun akan belanja di market untuk hari Senin. Karena saya lihat banyak saham-saham blue chip yang dividennya cukup baik. Ada Mandiri, BRI, ada Bank BCA. Ini harganya Rp3.000, Rp4.000, Rp5.000, tapi dividennya rata-rata 8-9 persen," tutur Jusuf Hamka melalui akun Instagram pribadinya.

Sentimen positif dari aksi buyback korporasi dan akumulasi investor membawa BBCA masuk ke jajaran saham dengan nilai transaksi terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan hari ini. Berikut adalah rincian pergerakan saham BBCA pada sesi I:

Harga Penutupan Sesi I: Rp5.025 (+4,25% / naik 205 poin dari penutupan sebelumnya di Rp4.820)

Harga Pembukaan (Open): Rp4.740

Harga Tertinggi (High): Rp5.075

Harga Terendah (Low): Rp4.740

Volume Transaksi: 748.935.900 lembar saham

Mengekor kebangkitan saham penggerak utama seperti BBCA, IHSG secara kumulatif ikut menunjukkan tajinya. Pada penutupan sesi I hari ini, indeks acuan pasar modal Indonesia tersebut ditutup melesat 4,16% hingga sukses kembali menembus ke level psikologis 5.204,627.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com