Viral Ajudan Gubernur Kaltim Arogan Intimidasi Pendemo, Diduga Masuk Desil 1

Selasa, 20 Oktober 2026 | 14:11 WIB
Viral Gaya Arogan Briptu Asky Rizal Ajudan Rudy Masud Jatuhkan Ponsel dan Tantang Mahasiswa [Istimewa]
BACA 10 DETIK
  • Ajudan Gubernur Kaltim, Briptu Asky Rizal Toding, mengintimidasi mahasiswa GMNI Samarinda pada 19 Oktober 2026.
  • Aksi intimidasi tersebut terjadi ketika mahasiswa mendesak evaluasi penanganan karhutla di kawasan Masjid Nurul Mu'min.
  • Jejak digital mengungkap sang ajudan berstatus Desil 1 kemiskinan ekstrem, kontras dengan gaya hidup mewahnya.

Suara.com - Publik dihebohkan oleh insiden arogansi seorang ajudan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, yang terekam mengintimidasi mahasiswa saat aksi unjuk rasa.

Ironisnya, di tengah sorotan atas sikap kasarnya, netizen membongkar jejak digital sang ajudan yang diduga terdaftar dalam kategori Desil 1—kelompok masyarakat dengan tingkat kemiskinan ekstrem—meski diketahui memiliki gaya hidup dan penghasilan yang memadai.

Insiden ini bermula pada Senin (19/10/2026), ketika massa dari GMNI Samarinda menggelar demonstrasi sejak pukul 14.00 WITA. Mereka menuntut ketegasan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam menangani Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta mengevaluasi kinerja kepemimpinan daerah.

Lantaran tak kunjung ditemui, massa akhirnya menyusul rombongan gubernur ke kawasan Masjid Nurul Mu'min menjelang Magrib.

Saat mahasiswa mencoba mempertanyakan alasan Rudy absen menemui mereka, sang gubernur hanya merespons dengan senyuman dan bergegas pergi. Di momen itulah tensi memanas. Sang ajudan, yang belakangan diidentifikasi sebagai Briptu Asky Rizal Toding, anggota aktif Polri dari Polda Kaltim, bertindak reaktif.

Ia terekam menyenggol ponsel perekam video hingga jatuh, membenturkan badannya ke arah peserta aksi dengan melontarkan tantangan verbal, serta menarik punggung demonstran lain sebelum akhirnya berjalan menjauh.

Sikap arogan aparat pengawal kepala daerah ini memicu kemarahan netizen yang langsung menelusuri rekam jejaknya. Dari penelusuran tersebut, terungkap sebuah kejanggalan besar: Briptu Asky diduga terdata dalam kategori Desil 1 pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Hal ini berbanding terbalik dengan rekam jejak digitalnya yang memperlihatkan ia pernah menggelar pesta pernikahan mewah. Pascaviral, akun Instagram pribadinya, @askyand.laura, langsung dikunci rapat (private).

Kontradiksi Status Desil 1 dan Pendapatan Sang Ajudan

Munculnya nama seorang ajudan gubernur berstatus anggota kepolisian aktif di dalam daftar Desil 1 memunculkan pertanyaan besar mengenai kelayakan dan validitas data sosial.

Berdasarkan standar Badan Pusat Statistik (BPS), Desil 1 adalah kelompok 10 persen masyarakat dengan kondisi sosial-ekonomi paling rendah (sangat miskin). Mereka yang berada di kategori ini umumnya kesulitan memenuhi kebutuhan pokok, tidak memiliki pekerjaan tetap, aset sangat minim, dan menjadi prioritas utama penerima Bantuan Sosial (Bansos) seperti PKH, BPNT, dan PBI-JK.

Meski demikian, hingga kini belum dapat dikonfirmasi perihal kabar ini. Pihak dari Gubernur Kaltim juga masih bungkam.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com