Ajudan Gubernur Kaltim berinisial Briptu ART melakukan aksi dorong pada demonstrasi mahasiswa.
Netizen membongkar status sang ajudan yang masuk kategori desil 1 namun berpesta pernikahan mewah.
Publik mendesak pengusutan tuntas dugaan penyalahgunaan data bantuan sosial yang tidak tepat sasaran.
Suara.com - Netizen turun tangan setelah viral aksi arogan ajudan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud yang mendorong mahasiswa dalam demonstrasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) berlangsung di Samarinda, Senin (19/10/2026) kemarin.
Dalam video yang beredar, ajudan yang merupakan Briptu ART itu diduga sengaja menyenggol seorang demonstran di kawasan Masjid Pemprov Kaltim. Insiden itu memicu protes dari massa dan membuat situasi sempat memanas.
Netizen bongkar sang ajudan arogan yang merupakan anggota dari kesatuan Brimob Polda Kaltim itu ternyata masuk ke dalam kategri desil 1 atau warga tak mampu.
Dalam akun IG @kualimerahputih, juga dibongkar foto pernikahan sang ajudan sangat mewah.
Berbagai komentar pedas membanjiri unggahan tersebut untuk mendesak aparat berwenang melakukan audit menyeluruh.
"Desil 1 di bawah miskin . Penyalahgunaan data demi mendapat keuntungan dari bansos harus di usut,tidak tepat sasaran" tulis salah satu akun.
Kritik tajam juga diarahkan kepada lembaga statistik nasional terkait validitas data penerima manfaat yang dinilai tidak akurat.
"Anjaaaayyyy desil 1 Gimana nih @bps_statistics? Seorang polisi dan jadi ajudan Gubernur Kaltim tapi desil 1 " sindir warganet lainnya.
Kemarahan publik tidak hanya berhenti pada sang ajudan, melainkan melebar ke lingkaran kekuasaan di tingkat daerah.
"Ga aspri, ga ajudan, ga staf ahli , Ga Gubernur nya sama, semua arogan" timpal netizen menyoroti perilaku pejabat.
Dukungan kolektif dari warganet terus mengalir agar kejanggalan administrasi ini segera mendapat perhatian serius dari penegak hukum.
"Ayo semua nya aamiin kan dan bantu segera wujud kan doa nya untuk menjadi desil 1" seru warganet menyindir ironi tersebut.