Rupiah Perkasa Hari Ini, Ditutup di Bawah Level Rp18.000

Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:34 WIB
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
BACA 10 DETIK
  • Nilai tukar rupiah ditutup menguat ke level Rp17.992 per dolar AS pada perdagangan Selasa, 20 Oktober 2026.
  • Penguatan rupiah didorong oleh meredanya kekhawatiran ancaman penurunan klasifikasi pasar ekuitas Indonesia di dalam negeri.
  • Potensi pelemahan rupiah tetap diwaspadai akibat kenaikan harga minyak dunia serta antisipasi suku bunga Bank Indonesia.

Suara.com - Nilai tukar rupiah terus melesat hingga akhir perdagangan, Selasa, 20 Oktober 2026. Bahkan, mata uang Garuda ini kembali berada di level Rp18.000.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup ke level Rp17.992 dolar AS, menguat 54 poin atau naik 0,30 persen dibandingkan penutupan sebelumnya Rp18.046.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah disebabkan berkurangnya sentimen negatif mengenai ancama Indonesia turun kelas di standalone market.

"Rupiah ditutup menguat terhadap dolar AS di tengah sentimen risk on domestik oleh meredanya kekuatiran seputar ancaman penurunan klasifikasi pasar ekuitas Indonesia," ujarnya saat dihubungi Suara.com.

Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]

Namun, Lukman mewaspadai pelemahan rupiah masih akan terjadi. Salah satunya pengumuman suku bunga dan kekahwatiran harga minya dunia yang kembali naik

"Harga minyak mentah WTI yang kembali naik mendekat 100 dolar AS membatasi penguatan yang lebih besar. Investor juga mengantisipasi langkah BI besok dalam RDG. Karena ada peluang BI akan menaikkan suku bunga," jelasnya.

Sementara itu mayoritas mata uang Asia bervariasi. Won Korea menjadi mata uang paling kuat dengan naik 0,34 persen. Diikuti oleh yen Jepang yang menguat 0,24 persen dan dolar Singapura naik tipis 0,04 persen.

Sedangkan dolar Taiwan menjadi mata uang paling anjlok 0,40 persen. Disusul baht Thailand yang turun 0,14 persen. Lalu ada ringgit Malaysia dan peso Filipina yang kompak turun 0,01 persen.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com