Money Changer Sudah Jual Dolar AS Rp18.120

Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:53 WIB
Kurs jual dolar Amerika Serikat (AS) di money changer Jakarta Selatan menembus Rp18.120 per US$. Foto: Suara.com Fika Nur Rizki
BACA 10 DETIK
  • Kurs jual dolar AS di Dolarindo menembus Rp18.120 per US$.

  • Rupiah melemah ke Rp18.045, sementara IHSG anjlok 5,17%.

  • Kekhawatiran MSCI soal tata kelola pasar saham memicu tekanan investor.

Suara.com - Pelemahan rupiah dan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin menekan pasar keuangan Indonesia. Di tengah kepanikan investor, kurs jual dolar Amerika Serikat (AS) di money changer Jakarta Selatan menembus Rp18.120 per US$.

Berdasarkan pantauan di Dolarindo Money Changer, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (20/10/2026), kurs jual dolar AS dipatok Rp18.120 per US$, sedangkan kurs belinya mencapai Rp17.900 per US$.

Tekanan terhadap rupiah juga terlihat di pasar spot. Berdasarkan data Refinitiv, rupiah berada di level Rp18.045 per US$ sekitar pukul 12.00 WIB, melemah dibandingkan penutupan Jumat (16/10/2026) di posisi Rp18.000 per US$.

Pelemahan mata uang Garuda terjadi bersamaan dengan kejatuhan pasar saham yang belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Pada Jumat lalu, IHSG sempat anjlok hingga 11,12% setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) membuka konsultasi terkait rencana penurunan status pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Kurs jual dolar Amerika Serikat (AS) di money changer Jakarta Selatan menembus Rp18.120 per US$. Foto: Suara.com Fika Nur Rizki

Hingga pukul 10.29 WIB pada Selasa (20/10/2026), IHSG masih tertekan 268,30 poin atau 5,17% ke level 4.916,81. Kondisi ini memperpanjang tekanan terhadap aset keuangan domestik sekaligus meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar.

Staf Dolarindo Money Changer, Rian, mengatakan permintaan dolar AS justru meningkat ketika IHSG mengalami kejatuhan pada Jumat lalu. Lonjakan minat beli tersebut turut mendorong kenaikan harga dolar di tempat penukaran valuta asing.

“Justru waktu itu malah banyak yang beli. Nah, makanya kenapa dolar AS-nya di hari Jumat naik itu karena peminat dolar AS-nya meningkat daripada yang jualnya,” ujar Rian, Selasa (20/10/2026).

Kenaikan kurs dolar AS di Dolarindo juga berlangsung dalam sepekan terakhir. Rian menyebut kurs beli dolar AS yang sebelumnya masih berada di Rp17.600 pada Senin pekan lalu kini telah mencapai Rp17.900.

“Untuk kurs dolar Amerika Serikat ini grafiknya meningkat ya. Dari mulai Senin minggu lalu itu masih di Rp17.600, sekarang sudah Rp17.900. Dengan kata lain berarti sudah ada peningkatan 300 poin di seminggu ini,” katanya.

Menurut Rian, harga dolar AS berpeluang turun apabila pasokan di pasar bertambah. Namun, ia tidak merinci jumlah transaksi pembelian dolar maupun perbandingannya dengan periode sebelumnya.

Di tengah lonjakan harga dolar, sebagian masyarakat justru memanfaatkan momentum tersebut untuk menjual simpanan valuta asing mereka. Salah satunya Arianto, 67 tahun, yang menukarkan US$10.000 ke rupiah dengan kurs Rp18.020 per US$.

Dari transaksi tersebut, Arianto menerima Rp180,2 juta. Ia mengaku memilih menjual dolar karena nilai tukarnya sedang tinggi.

“Pengaruh yang lebih signifikan karena semakin tingginya nilai dolar aja,” ujar Ari. Meski demikian, ia juga menyoroti kondisi perekonomian Indonesia yang dinilai tengah menghadapi tekanan.

“Kita semua tahu ya kondisi Indonesia saat ini. Nilai rupiah hampir tidak ada harganya gitu ya,” katanya.

Reporter: Fika Nur Rizki

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com