- Kementerian Ekonomi Kreatif menyelenggarakan WCCE 2026 di Jakarta pada 21 hingga 23 Oktober 2026.
- Forum internasional ini mempertemukan pelaku industri kreatif dari 65 negara untuk memperluas akses pasar investasi.
- Pemerintah mengadakan sesi pencocokan bisnis guna mendorong kerja sama nyata serta produksi bersama berskala global.
Suara.com - Kementerian Ekonomi Kreatif resmi menggelar The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta pada 21–23 Oktober 2026.
Forum internasional ini mempertemukan pelaku ekonomi kreatif dari 65 negara untuk memperluas akses pasar dan menjajaki peluang investasi bagi industri kreatif Indonesia.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya mengatakan, WCCE menjadi platform global untuk membahas peluang dan tantangan pengembangan ekonomi kreatif.
Forum ini juga diharapkan memperkuat kolaborasi internasional dalam mendorong ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi.
"Sejak Indonesia menginisiasi WCCE pada 2018, forum ini telah berkembang menjadi platform global untuk membahas peluang dan tantangan yang dihadapi ekonomi kreatif," kata Riefky dalam sambutannya pada pembukaan Friends of Creative Economy (FCE) Meeting, di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Menurut Riefky, pemerintah menempatkan ekonomi kreatif sebagai sektor yang berpotensi menciptakan lapangan kerja berkualitas, mendorong kewirausahaan, dan meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional.
"Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia telah menempatkan ekonomi kreatif dalam Asta Cita, delapan misi nasional kita, dengan mengakui potensinya untuk menciptakan lapangan kerja berkualitas, mendorong kewirausahaan, dan menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi bangsa," ujarnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Mohammed Ali Berawi mengatakan, WCCE 2026 tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga wadah untuk mempertemukan pelaku usaha, investor, dan lembaga keuangan internasional.
Salah satu agenda yang disiapkan adalah pertemuan bisnis atau business matching untuk membuka peluang kerja sama antara pelaku ekonomi kreatif Indonesia dan mitra dari luar negeri.
- Baca Juga
- Nasabah Tajir OCBC Ramai Pilih Obligasi
"Jadi nanti ada pertemuan antarpelaku bisnis, kemudian kita juga dihadiri investor ekonomi kreatif dan lembaga keuangan internasional. Ini juga akan menjadi ruang temu, membuka akses pasar baru bagi para pelaku ekonomi kreatif Indonesia," kata Ali.
Ali berharap pertemuan tersebut dapat berlanjut menjadi kerja sama konkret, baik dalam bentuk investasi langsung maupun produksi bersama atau co-production.
Namun, dia belum menyampaikan target nominal investasi yang ingin dicapai melalui penyelenggaraan WCCE tahun ini.
"Untuk saat ini kita membuka akses pasar dan mempertemukan antarpelaku ekonomi kreatif. Harapannya nanti akan terjadi, baik dalam bentuk produksi bersama maupun investasi," ujarnya.
Dalam rangkaian kegiatan WCCE 2026, pemerintah juga menggelar Creativillage pada 21–25 Oktober 2026 di tiga lokasi, yakni ASHTA District 8, MGP Space, dan SCBD Park, Jakarta Selatan. Kegiatan tersebut menjadi ajang untuk menampilkan produk kreatif Indonesia sekaligus mempertemukannya dengan pasar internasional.