Saham Bank dan Telko Indonesia Diprediksi Terus Anjlok Imbas Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 20:28 WIB
Allspring Global Investments menyatakan saham perbankan dan telekomunikasi Indonesia akan terus anjlok akibat pengucilan MSCI. [Suara.com/Alfian Winanto]
BACA 10 DETIK
  • Allspring Global Investments menyatakan saham perbankan dan telekomunikasi Indonesia akan terus anjlok akibat pengucilan MSCI.
  • MSCI mengumumkan pertimbangan penurunan kasta pasar modal Indonesia ke kelompok standalone market pada Juni mendatang.
  • Investor asing secara serentak melepas saham unggulan tersebut karena ingin mengurangi risiko hingga keputusan resmi keluar.

Suara.com - Saham-saham perusahaan perbankan dan telekomunikasi Indonesia diperkirakan akan terus anjlok sebagai imbas dari ancaman pengucilan oleh penyedia indeks global MSCI.

Allspring Global Investments, perusahaan manejemen aset global terkemuka asal Amerika Serikat menilai perusahaan perbankan dan telekomunikasi, dua sektor dengan performa paling top di Indonesia, masih akan menjadi yang paling terimbas oleh ancaman MSCI.

Menurut Allspring, sektor perbankan dan telekomunikasi mewakili 80 persen dari indeks MSCI Indonesia. Saham-saham dua sektor itu sudah anjlok 40 persen sejak Januari lalu, ketika MSCI untuk pertama kalinya mengancam akan menurunkan kasta Indonesia dari kelas emerging market.

Pada periode ini saham PT Telkom Indonesia Persero (TLKM) anjlok nyaris 50 persen; sementara saham PT BCA (BBCA) dan BRI (BBRI) anjlok hingga 23 persen.

"Ironisnya adalah saham-saham yang dilepas gara-gara aksi MSCI ini adalah milik bank dan perusahaan telekomunikasi yang justru adalah perusahaan terbaik (di Indonesia)," terang Gary Tan, manajer portofolio pada Allspring dilansir dari Bloomberg Rabu (21/10/2026).

Tan menambahkan bahwa perusahaan perbankan dan telekomunikasi Indonesia akan terus menghadapi tekanan jual karena para manajer investasi ingin menguraing risiko menjelang keputusan MSCI pada Juni tahun depan.

Sebelumnya MSCI pada 16 Oktober kemarin mengumumkan mempertimbangkan menurunkan Indonesia ke kelompok standalone market. Keputusan tentang nasib pasar modal Indonesia itu akan diumumkan pada Juni tahun depan.

Akibat ancaman itu, IHSG anjlok parah sejak akhir pekan kemarin setelah para investor asing ramai-ramai menjual saham-saham mereka di Indonesia.

Meskipun Bursa Efek Indonesia dan OJK sudah mengambil langkah-langkah strategis demi memuaskan MSCI - antara lain dengan menjatuhkan sanksi kepada beberapa emiten bermasalah dan mengeluarkan 80 perusahaan dari perhitungan indeks - para investor asing dinilai akan tetap menghindar dari risiko penurunan kelas pasar modal Indonesia pada tahun depan.

Tan sendiri, yang sekitar 2,27 persen dari total dana kelolaannya diinvestasikan di Indonesia hingga September lalu, mengatakan pihaknya akan terus memantau respons pemerintah Indonesia terhadap ancaman MSCI.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com