Hilirisasi Nikel Mulai Dikenalkan ke Generasi Muda

Kamis, 22 Oktober 2026 | 06:15 WIB
Ilustrasi Nikel. Foto Antara.
BACA 10 DETIK
  • PT Indonesia Weda Bay Industrial Park memperkenalkan hilirisasi nikel kepada generasi muda melalui program magang.
  • Program magang tersebut telah diikuti oleh sekitar 470 mahasiswa dari 11 perguruan tinggi di berbagai wilayah Indonesia.
  • Inisiatif ini bertujuan menjembatani dunia pendidikan dan industri guna mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten.

Suara.com - Konsep hilirisasi nikel mulai diperkenalkan industri ke generasi muda. Ini ditujukan agar beriringan dengan perkembangan hilirisasi nikel di Indonesia yang membutuhkan sumber daya manusia (SDM) dengan kompetensi sesuai kebutuhan pertambangan dan industri.

Hal ini dilakukan oleh PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP). Mereka memperkenalkan hilirisasi nikel ke generasi muda, khususnya dari Maluku Utara, lewat program magang sebagai upaya menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan industri.

General Manager Human Resources Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Rosalina Sangaji mengungkapkan kalau kesiapan tenaga kerja perlu dibangun seiring pertumbuhan industri.

Menurutnya, pengembangan kompetensi sejak masa pendidikan dapat membantu generasi muda memahami dunia kerja sekaligus mempersiapkan diri untuk mengambil peran dalam industri yang terus berkembang.

“Pengembangan SDM tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Dibutuhkan kesempatan dan ruang bagi generasi muda untuk terus belajar, mencoba, dan mengembangkan kemampuannya," katanya, Kamis (22/10/2026).

Sejak dimulai pada tahun 2022, program magang IWIP telah diikuti kurang lebih 470 mahasiswa dari 11 perguruan tinggi di Indonesia. Saat ini, sebanyak 90 mahasiswa tengah menjalani program tersebut di berbagai unit kerja.

PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) memperkenalkan konsep hilirisasi nikel ke generasi muda.

Selama magang, mahasiswa berkesempatan melihat penerapan ilmu akademik dalam pekerjaan sehari-hari, sekaligus mengenal proses operasional, teknologi, standar kerja, dan prosedur keselamatan di lingkungan industri.

Bagi generasi muda Maluku Utara, kesempatan magang di IWIP menjadi pengalaman berharga untuk memperluas wawasan tentang industri yang tengah berkembang di wilayah mereka.

Salah satunya dirasakan oleh Iwan Pratama Bumi Laksana, mahasiswa semester tujuh Program Studi Teknik Sipil Universitas Khairun (Unkhair), Ternate, yang menjalani magang di Departemen Mining, Divisi Infrastruktur. Ia ingin memahami bagaimana ilmu yang dipelajarinya di bangku kuliah diterapkan dalam situasi kerja nyata.

“Selama kuliah, saya lebih banyak mendapatkan teori, perhitungan, dan tugas. Saya ingin melihat bagaimana ilmu yang selama ini dipelajari diterapkan ketika berhadapan dengan kondisi pekerjaan yang sebenarnya,” ujar Iwan.

Saat ini, terdapat 12 mahasiswa Unkhair yang mengikuti program magang IWIP dari program studi Teknik Pertambangan, Teknik Elektro, Teknik Mesin, dan Teknik Sipil.

Mereka ditempatkan di sejumlah unit kerja termasuk Bisnis Unit Pembangkit Listrik, Smelter Ferronickel, Human Resources Development dan berbagai bisnis unit lainnya.

Selain memperdalam pemahaman teknis, pengalaman ini memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk membangun kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan berkomunikasi, serta pemahaman mengenai penerapan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan lainnya.

Tak hanya Universitas Khairun (Unkhair), IWIP juga telah menjalin kerja sama dengan 10 perguruan tinggi lain yaitu Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Poltekkes Kemenkes Ternate, Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Surabaya, Politeknik Negeri Jember, Universitas Brawijaya, Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Padjadjaran.

Lewat kolaborasi dengan perguruan tinggi di Indonesia dan penyelenggaraan program magang di lingkungan kerja Industri, IWIP berupaya memperkuat keterhubungan (link and match) antara dunia pendidikan dan dunia industri.

Upaya ini juga sejalan dengan komitmen IWIP untuk memprioritaskan pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia sekaligus menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendorong pembangunan berkelanjutan melalui penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG).

"Kami berharap pengalaman magang ini dapat menjadi bekal bagi generasi muda untuk mengembangkan kariernya. Ketika kompetensi/kemampuan yang mereka miliki sesuai dengan kebutuhan perusahaan, terbuka pula peluang bagi mereka untuk berkontribusi lebih jauh, termasuk sebagai bagian dari IWIP,” ujar Rosalina.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com