Toffin Indonesia Jangkau 3.000 Peserta di 30 Kota Lewat Program Pengembangan F&B

Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:34 WIB
VP Marketing Toffin Indonesia Ario Fajar memaparkan strategi pengembangan ekosistem industri makanan dan minuman (F&B) dalam sesi Conference 2 Local Media Summit (LMS) 2026 di Manhattan Hotel, Jakarta, Kamis (22/10/2026). (Dok. Local Media Summit 2026)

Suara.com - Toffin Indonesia memperluas akses pengetahuan dan peluang bisnis di industri makanan dan minuman (F&B) melalui pelatihan profesional, festival kuliner, serta kolaborasi pemasaran. Hingga memasuki tahun keempat penyelenggaraan, program Toffin Masterclass telah menjangkau lebih dari 3.000 peserta di 30 kota dengan dukungan 44 media partner lokal.

VP Marketing Toffin Indonesia Ario Fajar, memaparkan strategi pengembangan ekosistem F&B dalam sesi Conference 2 bertajuk "Reinventing Media as Creative Industry" dalam Local Media Summit (LMS) 2026 yang digelar Suara.com bersama International Media Support (IMS) di Grand Capitol Ballroom, Manhattan Hotel Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Ario menyoroti kesenjangan keterampilan, akses sertifikasi, dan jaringan profesional antara pelaku F&B di Jabodetabek dan daerah lain. Keterbatasan akses bahan baku serta produk pendukung juga menjadi tantangan bagi pelaku usaha di kota-kota lapis kedua dan ketiga.

Ia menilai pelaku industri F&B di luar kota besar perlu memperoleh kesempatan yang setara untuk meningkatkan keterampilan dan memperluas jaringan profesional.

“Saya yakin bahwa setiap orang yang kerja di F&B itu deserve untuk mendapatkan akses knowledge dan opportunity ini,” ujar Ario.

Untuk menjawab tantangan itu, Toffin mengembangkan Toffin Masterclass, program pelatihan teknis bagi barista, mixologist, chef, baker, hingga pemilik bisnis F&B. Program ini menghadirkan juara barista tingkat dunia dan nasional, chef, serta pemilik bisnis untuk berbagi pengetahuan teknis dan wawasan pengelolaan usaha.

Program ini telah diperluas ke berbagai daerah, termasuk Malang, Sidoarjo, dan Palopo, serta wilayah Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi. Materi pelatihannya tidak terbatas pada kopi, tetapi juga mencakup baking dan pastry.

Toffin juga menerapkan sistem kelas berbayar dengan sertifikat yang ditandatangani mentor untuk mendorong keseriusan peserta dalam mengikuti pelatihan.

Selain pelatihan profesional, Toffin memperluas edukasi industri kopi melalui kolaborasi dengan media lokal. Partisipasi dalam Local Media Summit 2026 menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk membangun kedekatan dengan jurnalis sekaligus berbagi wawasan mengenai perkembangan industri F&B.

Ario menjelaskan, kolaborasi dengan media tidak hanya berfokus pada publikasi, tetapi juga pada peningkatan pemahaman jurnalis mengenai industri kopi.

“Yang pasti kita pengen lebih dekat ya sama teman-teman media, khususnya media lokal, biar kita punya sharing ideas. Toffin sebagai korporasi yang di industri F&B berbagi informasi tentang update industri dan juga kita ingin lebih kenal sama teman-teman media lokal,” ujarnya.

Toffin ingin jurnalis memahami industri kopi secara lebih mendalam agar dapat mengapresiasi proses, produk, dan perkembangan bisnis di dalamnya. Pengetahuan yang dibagikan mencakup pengenalan biji kopi (beans), teknik menyeduh (brewing), hingga pemahaman tentang cara membangun bisnis F&B dari awal.

“Yang pasti kita pengen kolaborasinya itu jauh lebih dalam, bukan hanya sekadar publikasi. Kita ingin mengedukasi teman-teman jurnalis atau teman-teman media jauh lebih dalam lagi tentang industri kopi atau mengerti lebih dalam lagi tentang kopi,” lanjut Ario.

Upaya memperluas apresiasi terhadap kopi juga menyasar konsumen melalui Toffin Bootcamp, festival yang menghadirkan pengalaman kuliner sekaligus memperkenalkan beragam produk F&B. Berbeda dengan Masterclass yang berfokus pada peningkatan keterampilan profesional, Bootcamp menyasar masyarakat yang mengapresiasi kopi dan pastry.

Dalam penyelenggaraannya di Blok M Hub, Jakarta, Toffin menghadirkan pengalaman bersantap dengan konsep omakase dan penggunaan silent headset. Festival ini juga melibatkan sekitar 50 merek pelanggan Toffin melalui bazar pop-up, sehingga pengunjung dapat mengenal beragam produk dan pelaku usaha F&B.

Di sisi pemasaran, Toffin mengembangkan kolaborasi menu bersama mitra bisnis lintas industri. Program ini melibatkan 20 merek dan menghasilkan 35 menu kolaborasi, mulai dari restoran premium hingga bisnis makanan dan minuman dengan konsep grab and go.

Ario menjelaskan, kolaborasi dirancang untuk memberikan manfaat komersial bagi Toffin maupun mitra bisnisnya, terutama dalam mendorong penjualan di gerai.

“Tujuannya apa? Untuk meningkatkan sales mereka di outlet. Pun juga ini win-win solution juga buat Toffin,” kata Ario.

Salah satu kolaborasi dilakukan bersama Second Floor melalui pemanfaatan sirup dan Amarena cherry dari Toffin yang dipadukan dengan kreasi kopi khas restoran itu. Toffin juga berkolaborasi dengan sejumlah merek lain, termasuk Gigi Susu melalui menu edisi terbatas.

Melalui Masterclass, Bootcamp, dan kolaborasi pemasaran, Toffin menghubungkan peningkatan keterampilan, edukasi konsumen, serta pengembangan bisnis dalam satu ekosistem F&B. Kolaborasi dengan media lokal turut menjadi bagian dari upaya memperluas pertukaran pengetahuan dan memperkenalkan perkembangan industri kepada masyarakat. ***

Kontributor: Mohammad Rhadzaki Ramadhan

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com