Ke depan, Unilever Indonesia akan mempertahankan fokus pada pertumbuhan yang didorong oleh volume, disertai peningkatan margin secara terukur sepanjang 2026.
Benjie mengatakan, tekanan inflasi pada komoditas yang berkaitan dengan kawasan Timur Tengah diperkirakan masih berlanjut hingga memasuki 2027. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, perusahaan akan mengandalkan kombinasi penyesuaian harga yang tepat, efisiensi, dan investasi secara disiplin.
“Prioritas kami adalah menjaga daya saing, memastikan produk tetap terjangkau bagi konsumen, serta mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dalam jangka panjang. Kami optimistis dengan kemajuan yang terus kami capai,” kata Benjie.
Ia menambahkan, perusahaan saat ini memiliki merek, kapabilitas, dan fondasi bisnis yang lebih kuat dibandingkan setahun sebelumnya.
Unilever Indonesia pun akan melanjutkan penguatan portofolio dan daya saing untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi pemegang saham. Sebagai bagian dari langkah tersebut, perseroan berencana menyampaikan informasi lebih lanjut mengenai bisnis Foods sebelum akhir 2026. ***