- Prabowo menegaskan Indonesia tidak gentar menghadapi ancaman penurunan status oleh MSCI.
- Asing mencatat net foreign sell Rp576,78 miliar pada penutupan sesi I.
- BBCA dan BBRI menjadi sasaran utama aksi jual asing saat IHSG menguat 1,7%.
Suara.com - Pidato Presiden Prabowo Subianto yang melontarkan pernyataan keras kepada Morgan Stanley Capital International (MSCI) dengan menegaskan Indonesia tidak takut menghadapi ancaman penurunan status pasar saham dari Emerging Market menjadi Standalone Market disambut dengan kaburnya duit asing dari pasar modal RI pada hari ini Kamis (22/10/2026).
Berdasarkan data Foreign Activity Midday Stockbit Sekuritas, investor asing membukukan penjualan bersih (net foreign sell) sebesar Rp576,78 miliar pada penutupan sesi I perdagangan hari ini atau selama 3 jam. Nilai pembelian asing di seluruh pasar tercatat Rp2,70 triliun, sementara penjualan mencapai Rp3,27 triliun.
Aksi jual tersebut terjadi ketika IHSG menguat 90,64 poin atau 1,7% ke level 5.419,00. Aktivitas perdagangan juga terpantau ramai, dengan volume mencapai 214,14 juta lot dan nilai transaksi sebesar Rp8,96 triliun.
Meski indeks berhasil menguat, derasnya arus keluar dana asing menunjukkan bahwa tekanan jual belum sepenuhnya mereda. Saham-saham berkapitalisasi besar, terutama sektor perbankan, menjadi sasaran utama pelepasan saham oleh investor asing.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan penjualan bersih asing terbesar, yakni Rp331,74 miliar dengan volume 63,71 juta saham. Posisi berikutnya ditempati PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan net foreign sell Rp148,42 miliar.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menyusul dengan penjualan bersih asing sebesar Rp85,44 miliar. Sementara itu, tekanan jual juga terjadi pada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sebesar Rp28,19 miliar, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp27,47 miliar, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Rp22,31 miliar.
Aksi jual asing juga menyasar sejumlah saham di luar perbankan. PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan net foreign sell Rp20,14 miliar, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp18,64 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp15,88 miliar, serta PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp14,28 miliar.
Di tengah dinamika pasar tersebut, Prabowo justru menunjukkan sikap tegas terhadap MSCI. Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Rabu (21/10/2026), Prabowo menilai ancaman penurunan status pasar modal Indonesia sebagai upaya menakut-nakuti bangsa Indonesia.
"Saya hanya katakan ke MSCI, bangsa Indonesia tidak takut siapa pun dan tidak akan gentar!" ujar Prabowo.
Pernyataan tersebut muncul setelah MSCI membuka konsultasi mengenai kemungkinan reklasifikasi Indonesia dari kategori Emerging Market atau pasar berkembang menjadi Standalone Market atau pasar mandiri.