Pemerintah Siapkan Kaltim Jadi Pusat Petrokimia, Manfaatkan Pasokan Gas Lokal

Jum'at, 23 Oktober 2026 | 08:55 WIB
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia di Balikpapan pada Kamis (22/10/2026). [Suara.com/Yaumal]
BACA 10 DETIK
  • Pemerintah berencana membangun industri petrokimia di Kalimantan Timur untuk menekan tingginya impor bahan baku nasional.
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pasokan gas industri tersebut berasal dari produksi lapangan gas wilayah setempat pada Kamis (22/10/2026).
  • Proyek pengembangan migas ENI di Kalimantan Timur menaikkan produksi gas harian guna mencapai target swasembada energi nasional.

Suara.com - Pemerintah berencana membangun sejumlah industri petrokimia di Kalimantan Timur (Kaltim) untuk menekan ketergantungan impor bahan baku nasional. Pasokan gas untuk kawasan industri tersebut akan diserap langsung dari hasil produksi lapangan gas di wilayah setempat.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi hilirisasi gas bumi yang diproyeksikan melonjak signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

"Dengan totalitas nanti dari ENI 3.000 MMSCFD, maka saya sudah melakukan rapat dan sudah melapor kepada Bapak Presiden untuk kita akan membangun beberapa industri petrokimia di Kalimantan Timur. Jadi bahan bakunya nanti dari sini, gasnya," kata Bahlil di Balikpapan pada Kamis (22/10/2026).

Bahlil menjelaskan, beberapa fasilitas yang akan dibangun mencakup pabrik amonia, blue ammonia, hingga metanol. Kehadiran industri ini ditargetkan untuk menambal kebutuhan metanol dalam negeri yang selama ini masih mendominasi angka impor.

"Kita akan membangun di sini seperti amonia, blue ammonia, dan metanol. Ini kita butuh metanol banyak sekali karena kita masih impor metanol kurang lebih sekitar 2,7 juta ton per tahun. Jadi ini untuk kita membangun substitusi impor kita," ujar Bahlil.

Ilustrasi industri petrokimia. (Dok. Ist)

Pasokan gas bumi di Kaltim dipastikan mendapat tambahan dari proyek pengembangan yang dilakukan perusahaan migas asal Italia, ENI.

Lewat peresmian pengembangan Lapangan Jangkrik dan Blok Maha, produksi gas ENI bertambah sebesar 290 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd). Kenaikan ini meningkatkan total produksi harian dari 450 MMscfd menjadi 750 MMscfd per 1 November 2026.

Proyek pengembangan senilai 841 juta dolar AS tersebut menyerap sekitar 700 tenaga kerja. Ke depan, pasokan gas dari ENI ditargetkan mencapai 3.000 MMscfd pada periode 2028–2029, disertai produksi kondensat hingga 130.000 barel per hari.

"Inilah sebagai bukti bahwa terus-menerus pemerintah dengan KKKS, SKK Migas untuk menjalankan apa yang diarahkan oleh Bapak Presiden untuk mencari seluruh potensi-potensi energi kita dalam rangka menuju swasembada energi," pungkas Bahlil.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com