- Pemerintah menargetkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat sebesar Rp300 triliun untuk menjaga pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2026.
- Hingga 20 Oktober 2026, realisasi KUR di Jakarta telah mencapai Rp257 triliun kepada sekitar 4 juta debitur.
- Pemerintah memperluas skema pembiayaan bersuku bunga terjangkau untuk menggerakkan perekonomian masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
Suara.com - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengungkapkan kalau Pemerintah terus memacu penyaluran pembiayaan produktif untuk menjaga daya beli masyarakat dan momentum pertumbuhan ekonomi di sisa kuartal IV 2026. Salah satu fokus utamanya yakni penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dipatok Rp300 triliun tahun ini.
Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah sekaligus Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto mengungkapkan bahwa pencapaian penyaluran pembiayaan semakin inklusif. Hingga 20 Oktober 2026, realisasi penyaluran KUR telah mencapai angka Rp257 triliun.
"Penyalurannya mencapai Rp 257 triliun kepada sekitar 4 juta debitur," ujar Haryo saat konferensi pers di Local Media Summit (LMS) 2026 di Manhattan Hotel, Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Dengan sisa target yang harus dikejar hingga akhir tahun, ia mengharapkan penyaluran ini dapat menjadi motor penggerak ekonomi dari aspek pembiayaan. Sebab Pemerintah menyadari bahwa penguatan daya beli dan investasi di tengah ketidakpastian global sangat bergantung pada akses permodalan masyarakat.
Selain penyaluran KUR bagi UMKM, Haryo menyebut Pemerintah juga memperluas akses pembiayaan agar sesuai dengan segmentasi penerima melalui berbagai opsi kredit program lainnya.
Skema pembiayaan tersebut mencakup Kredit Usaha Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan), Kredit Investasi Padat Karya, serta Kredit Program Perumahan.
Tidak hanya itu, pemerintah juga menyediakan akses pembiayaan spesifik berupa Kredit Perempuan Prasejahtera. Seluruh fasilitas pembiayaan dari berbagai kredit program tersebut ditawarkan dengan suku bunga terjangkau, yakni bunga flat 8 persen per tahun.
"Jadi beberapa program ini diharapkan bisa menggerakkan perekonomian, tentu tidak hanya di Jakarta saja atau di Jawa saja, tapi di seluruh Indonesia," jelasnya.