PT Timah Pertimbangkan Opsi Buyback Saham TINS dengan Prinsip Hati Hati

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:05 WIB
Alih kelola smelter ke PT Timah, apakah solusi strategis atau beban baru bagi BUMN tambang?
BACA 10 DETIK
  • PT Timah Tbk mempertimbangkan opsi pembeliaan kembali saham sambil mencermati dinamika pasar modal dan industri pertambangan.
  • Sekretaris Perusahaan Ruddy Nursalam menyatakan pada Sabtu (24/10/2026) bahwa keputusan ini memerlukan kajian keuangan dan regulasi.
  • Perseroan belum memfinalisasi alokasi dana maupun jadwal pelaksanaan karena fokus memperkuat fundamental bisnis saat ini.

Suara.com - Emiten pertambangan timah milik BUMN, PT Timah Tbk dengan kode saham TINS, tengah mempertimbangkan opsi aksi korporasi berupa pembeliaan kembali atau share buyback saham. Langkah strategis ini dikaji sembari memperhatikan dinamika industri pertambangan dan pasar modal.

Sekretaris Perusahaan PT Timah Tbk Ruddy Nursalam menyatakan bahwa perseroan terus mencermati perkembangan industri secara terukur sebelum mengambil keputusan bisnis.

"Setiap opsi strategis perlu mempertimbangkan kebutuhan operasional, rencana pengembangan usaha, kondisi keuangan perseroan secara menyeluruh, serta ketentuan perundang-undangan yang berlaku," ujar Ruddy, dilansir Sabtu (24/10/2026).

Ruddy menegaskan setiap keputusan yang diambil dipastikan selaras dengan prioritas bisnis, kepentingan nasional, dan prinsip kehati-hatian. Sebagai pengelola komoditas strategis, kinerja PT Timah sangat dipengaruhi fluktuasi harga timah global serta kondisi pasokan dan permintaan pasar.

Saat ini fokus utama manajemen adalah memperkuat fundamental bisnis. Langkah tersebut ditempuh melalui pembenahan tata kelola pertimahan nasional, optimalisasi produksi, perluasan penetrasi pasar, serta efisiensi keuangan secara konsisten.

Pihak manajemen menekankan bahwa rencana buyback saham TINS masih dalam tahap pertimbangan awal. Berbagai aspek mendasar seperti kecukupan permodalan, kebutuhan pendanaan usaha, hingga regulasi pasar modal masih ditelaah secara mendalam.

Perseroan belum memfinalisasi besaran alokasi dana, target harga pembelian, maupun jadwal waktu pelaksanaan aksi korporasi tersebut. PT Timah berkomitmen untuk terus menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas kepada publik.

“Perkembangan lebih lanjut terkait kepastian eksekusi opsi buyback ini akan disampaikan kepada publik, pemegang saham, dan pemangku kepentingan sesuai dengan ketentuan keterbukaan informasi di pasar modal,” demikian pernyataan PT Timah.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com