Ekosistem Kota Mandiri Jadi Penentu Nilai Investasi Properti

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:40 WIB
Ilustrasi. Konsep kota mandiri semakin menjadi daya tarik di pasar properti. Foto ist.
BACA 10 DETIK
  • Kota mandiri mengandalkan fasilitas terpadu dan konektivitas untuk menarik pembeli properti.
  • Paramount Gading Serpong dihuni hampir 120.000 penduduk dengan 38 klaster terisi.
  • Akses tol, rencana MRT, dan teknologi hunian pintar menjadi bagian strategi pengembangan kawasan.

Suara.com - Konsep kota mandiri semakin menjadi daya tarik di pasar properti. Tak sekadar menawarkan hunian, pengembang kini dituntut menghadirkan kawasan terintegrasi dengan fasilitas lengkap, akses transportasi, dan potensi nilai investasi jangka panjang.

Direktur Paramount Land Chrissandy Dave mengatakan, konsumen kini mempertimbangkan lebih banyak aspek sebelum membeli properti, mulai dari konektivitas, fasilitas, kenyamanan aktivitas sehari-hari hingga potensi kenaikan nilai investasi.

"Oleh karena itu, Paramount Land menghadirkan pengembangan kawasan yang tidak hanya fokus pada produk hunian dan komersial, tetapi juga pada ekosistem kota yang mendukung kebutuhan living, working, business, education, lifestyle, dan rekreasi dalam satu kawasan terintegrasi," ujar Chrissandy dalam keterangannya, Selasa (27/10/2026).

Paramount Land sendiri telah mengembangkan konsep integrated living melalui Paramount Gading Serpong dan Paramount Petals. Paramount Gading Serpong kini dihuni hampir 120.000 penduduk dengan 38 klaster hunian yang telah terisi.

Untuk memperkuat daya tarik kawasan, perusahaan juga mengembangkan Victoria Central District seluas 6 hektare, melengkapi Pasadena Central District yang memiliki luas 40 hektare.

Sementara itu, Paramount Petals dikembangkan di atas lahan sekitar 400 hektare di koridor barat Jakarta. Akses langsung melalui modifikasi pintu keluar KM 25 ruas Jakarta-Tangerang ditargetkan mulai beroperasi pada semester II 2026.

Konektivitas juga diperkuat melalui penjajakan pengembangan jalur MRT Timur-Barat rute Kembangan-Balaraja bersama PT MRT Jakarta. Rencana jalur sepanjang sekitar 30 kilometer dengan 14 stasiun tersebut diharapkan meningkatkan keterhubungan kawasan dengan wilayah sekitarnya.

Selain akses transportasi, Paramount Land mengandalkan kelengkapan fasilitas komersial, kesehatan, pendidikan, dan perhotelan untuk menjaga aktivitas ekonomi kawasan. Perusahaan juga menerapkan teknologi hunian pintar, seperti smart home system dan smart door lock, serta panel surya pada sejumlah produk residensial.

Direktur Sales & Marketing Paramount Land Ferry John Sihombing menyatakan, integrasi bisnis properti, layanan kesehatan Bethsaida Healthcare, dan perhotelan Parador Hotels & Resorts menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kawasan yang berkelanjutan.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com