- Presiden Komisaris PT Samator Indo Gas Tbk sekaligus Sekjen PP PBVSI, Heyzer Harsono, meninggal dunia pada Jumat, 30 Oktober 2026.
- Almarhum memiliki rekam jejak panjang memimpin Samator Indo Gas sejak menjabat Presiden Direktur pada tahun 2006 hingga menjadi Komisaris Utama.
- Heyzer Harsono juga mendedikasikan dirinya dalam pembinaan bola voli nasional dengan merumuskan kebijakan serta mengesahkan sertifikasi wasit resmi.
Suara.com - Kabar duka datang menyelimuti lanskap industri gas dan kancah olahraga nasional. Heyzer Harsono, eksekutif senior yang menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Samator Indo Gas Tbk sekaligus Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI), dikabarkan meninggal dunia pada hari Jumat (30/10/2026).
Kepergian pria kelahiran Toli-Toli, 13 September 1958, ini memantik rasa kehilangan yang mendalam bagi keluarga besar korporasi maupun komunitas olahraga di Tanah Air. Ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai pihak, salah satunya dari Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD Hipmi) Jawa Timur.
Melalui akun media sosial resminya, @bpdhipmijatim, organisasi pengusaha tersebut menyampaikan rasa duka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya sang tokoh.
Semasa hidupnya, Heyzer dikenal piawai menjembatani dua bidang yang memiliki karakteristik kontras: dunia bisnis industri gas yang menuntut presisi komersial, dan olahraga bola voli yang menjunjung tinggi semangat sportivitas dan kebersamaan.
Namanya telah menjadi salah satu pilar fundamental dalam sejarah panjang Samator Indo Gas hingga sukses mengukuhkan posisinya sebagai pemain utama di sektor gas industri Indonesia.
Kiprah profesional Heyzer di internal perusahaan terbilang sangat solid dan berjenjang. Mengacu pada dokumen riwayat hidup direksi yang disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perusahaan, ia mulai memegang tongkat estafet sebagai Komisaris Utama pada tahun 2021 dan kembali dipercaya memegang jabatan tersebut untuk periode 2025–2028.
Jauh sebelum menduduki kursi puncak dewan pengawas, Heyzer telah menapaki berbagai posisi strategis. Ia tercatat pernah mengemban amanah sebagai Presiden Direktur Perseroan pada kurun waktu 2006 hingga 2018, berlanjut sebagai Wakil Komisaris Utama (2018–2021), serta merangkap sebagai Presiden Direktur PT Krakatau Samator pada rentang 2013 hingga 2021.
Dari sisi akademik, alumni SMA Petra 2 Surabaya ini menaruh perhatian besar pada ilmu manajemen. Hal tersebut dibuktikannya dengan menuntaskan Program Pengembangan Eksekutif bertajuk Strategic Action Program di P2EB Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2015. Selama berkarier, ia juga dikenal proaktif berpartisipasi dalam berbagai forum dan konferensi internasional yang membahas seluk-beluk manajemen, gas industri, hingga standar gas medis.
Dedikasi Tanpa Batas untuk Voli Indonesia
Di luar dedikasinya membangun bisnis, Heyzer mencurahkan perhatian besarnya pada pembinaan bola voli nasional. Menjabat sebagai Sekjen PP PBVSI, ia bahu-membahu bersama Ketua Umum Irjen Pol Yudi Sushariyanto dalam merumuskan arah kebijakan utama organisasi.
Keputusan-keputusan strategisnya memainkan peran penting dalam mencetak standar pembinaan bagi para atlet, pelatih, hingga kualitas perangkat pertandingan di seluruh Nusantara.
Jejak administratifnya dalam menjaga legalitas dan kualitas kompetisi bahkan terekam jelas dalam sistem sertifikasi perwasitan nasional. Bukti nyata dedikasi ini sempat mencuat di tengah polemik status wasit pada laga final NJU Cup 2026 di Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Saat itu, panitia harus memberikan klarifikasi bahwa wasit bernama Mukhtar yang memimpin partai puncak antara Banteng VC melawan UD Tiara VC merupakan figur berlisensi resmi.
Sertifikat lisensi nasional tingkat C untuk kategori voli indoor dan pantai milik wasit tersebut bernomor 063/PP/PBVSI/W/IV/2014, yang diterbitkan di Lembang pada April 2014. Dokumen krusial tersebut ditandatangani langsung oleh Heyzer Harsono.