Toko Emas Milik Influencer Mendadak Viral Usai Dugaan Manipulasi Kadar Karat

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:45 WIB
Ilustrasi (Freepik)
BACA 10 DETIK
  • Layanan Jual Emas Indonesia disorot publik media sosial karena dugaan penurunan kadar emas secara sepihak.
  • Konsumen melaporkan bahwa staf toko memaksa melanjutkan transaksi penjualan setelah proses pengujian kadar emas selesai.
  • Manajemen Jual Emas Indonesia belum memberikan klarifikasi resmi terkait aduan konsumen yang viral pada Oktober 2026.

Suara.com - Layanan transaksi jual beli logam mulia Jual Emas Indonesia (JEI) kini tengah berada di bawah sorotan tajam publik, khususnya di jagat media sosial. Bisnis yang kerap dikaitkan dengan nama figur publik atau influencer berinisial JS dan BMA alias I ini menuai kritik beruntun setelah sejumlah konsumen membeberkan pengalaman kurang menyenangkan mereka.

Keluhan utama yang mencuat meliputi dugaan kejanggalan dalam pengujian kadar karat emas yang anjlok drastis, hingga tuduhan adanya tekanan untuk tetap bertransaksi setelah proses pengecekan barang selesai dilakukan.

Polemik ini mulai ramai diperbincangkan dan viral di platform Threads, di mana sejumlah akun secara terbuka membagikan bukti pengalaman transaksinya di gerai layanan tersebut. Narasi yang berkembang memicu diskusi luas di kalangan warganet, terutama bagi mereka yang rutin berinvestasi dan melakukan jual beli perhiasan maupun logam mulia.

Salah satu aduan yang paling menyita perhatian diunggah oleh akun Threads @info_pertamaid, yang membagikan ulang tangkapan layar berisi keluhan dari pengguna bernama @khildada. Dalam narasi yang viral tersebut, pelanggan mempertanyakan hasil pengujian kadar Logam Mulia (LM) miliknya yang secara sepihak dinilai berada di bawah standar spesifikasi asli barang.

"LM akupun jd 20k dan 21 aneh," tulis akun @khildada dalam unggahannya.

Pemilik akun tersebut mengaku merasa terpaksa melanjutkan transaksi penjualan lantaran staf toko berdalih adanya regulasi internal. Menurut keterangan staf, proses pengecekan barang yang jumlahnya melebihi tujuh keping mewajibkan pelanggan untuk tetap melanjutkan transaksi penjualan di gerai tersebut.

Guna memperkuat klaimnya, akun tersebut turut melampirkan foto bukti penerimaan atau tanda terima (receipt) dengan nomor order BAST-AU / JECIL / 20260707 / 18831 yang diterbitkan pada 7 Juli 2026. Di dalam dokumen tersebut, pihak pembeli tercatat atas nama "Jual Emas Indonesia", sementara pihak penjual bernama Hilda.

Rincian dalam struk transaksi memperlihatkan bahwa beberapa item kepingan LM ukuran 0,1 gram dan 0,25 gram dicatat oleh pihak toko hanya memiliki kadar 20K dan 21K. Di sisi lain, dua produk lainnya dalam nota yang sama tetap diakui memiliki kadar murni 24K.

Gelombang ketidakpuasan nyatanya tidak berhenti pada satu kasus. Keluhan dengan pola serupa turut diutarakan oleh pengguna akun Threads @ghazalisasq. Ia membagikan pengalaman pribadinya bersama sang istri ketika mendatangi salah satu cabang JEI yang baru saja beroperasi di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel) pada akhir Oktober 2026.

"Saya ngalamin sendiri sama istri di toko ini... kejadian minggu lalu di salah satu cabangnya di Tangsel yang baru buka. Niat jual emas 24 karat, pas dicek ternyata turun jadi 16 karat... enggak mau rugi banyak akhirnya coba jual di toko biasa dan ternyata laku di 24 karat sesuai dengan suratnya," ungkap akun @ghazalisasq pada Jumat (30/10/2026).

Hingga isu ini bergulir dan menjadi konsumsi publik, seluruh narasi serta aduan yang bertebaran di platform media sosial tersebut masih bersifat klaim sepihak dari kacamata para konsumen.

Sesuai dengan kode etik jurnalistik dan prinsip keberimbangan informasi, publik saat ini menantikan klarifikasi resmi serta penggunaan hak jawab dari pihak manajemen Jual Emas Indonesia.

Disclaimer: Artikel berita ini disajikan murni untuk tujuan penyampaian informasi publik terkait isu perlindungan konsumen dan dinamika bisnis ritel logam mulia. Seluruh isi tulisan bersifat informatif, faktual, dan berimbang dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com