Kasus perseteruan antara Pesulap Merah Marcel Radhival dengan Gus Samsudin yang viral dalam beberapa hari terakhir terus meruncing. Tak hanya itu, perseteruan di antara keduanya kian menghangat dan menjadi perbincangan warganet.
Selain aksi saling tantang antara keduanya terkait pengobatan yang diyakini menggunakan kekuatan supranatural, persoalan tersebut terus melebar hingga menimbulkan ketidaknyamanan warga yang tinggal di sekitar Padepokan Nur Dzat Sejati milik Samsudin di Desa Rejowinangun, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur (Jatim).
Konflik di antara keduanya berakibat pada penutupan Padepokan Nur Dzat Sejati lantaran perseteruan tersebut. Pun kemudian beredar kuitansi pembayaran pengobatan di padepokan tersebut. Dalam video yang diunggah akun Instagram @terangmedia terungkap tarif yang harus dibayar saat berobat di Padepokan tersebut mencapai Rp10 juta.
"Mungkin ada yang penasaran, berapa sih tarif/biaya berobat ke Gus Samsudin yang akhir-akhir ini viral setelah ditantang pembuktian oleh Pesulap Merah. Berikut adalah bukti biaya berobat yang diposting oleh akun tt @rama_suksess," tulis kapsen dalam akun tersebut.
Dalam bukti kuitansi yang diunggah, tertulis tarif sebesar Rp10 juta untuk penanganan khusus.
Mahalnya pengobatan yang dilakukan oleh Gus Samsudin terhadap pasiennya tersebut pun kemudian mendapat tanggapan miring dari warganet di dalam kolom komentar.
Salah satu warganet menuliskan sindiran menohok terkait biaya pengobatan di tempat Gus Samsudin.
"Kenapa dukun disebut "orang pintar" ??" tulis akun @ar****.
Sementara itu, warganet lainnya membandingkannya dengan layanan BPJS Kesehatan yang lebih murah.
Baca Juga: Ustaz Derry Sulaiman soal Cara Tim Gus Samsudin Sambut Pesulap Merah: Gambaran Buruknya Akhlak
"Kok gak pake BPJS aja yg murah," tulis akun @dwi******.
Selain itu, warganet lainnya jika hal tersebut merupakan pembodohan.
"Pembodohan berkedok agama," tulis akun @sel*******.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
Terkini
-
Tiga Tahun Disekap Kekasih di Bandung, Pesan Kabar Baik ke Keluarga Ternyata Akal-akalan Pelaku
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI
-
Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa
-
Mahasiswa Desak Presiden Prabowo Copot Natalius Pigai dari Kursi Menteri
-
Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik
-
Pramono Anung: Jakarta Dirancang Jadi Kota Global yang Ramah Warga
-
Dirampok Rp3,5 Juta, Diikat lalu Dibakar Hidup-Hidup, Petani di OKU Selatan Tewas
-
DPR Bukan Tukang 'Stempel' Pemerintah! Saan Mustopa Kalim Fungsi Kontrol Parlemen Tetap Tajam