Timnas Indonesia akan lakoni FIFA Match Day melawan tim yang berasal dari Laut Karibia, Curacao. Laga pertama Timnas Indonesia vs Curacao akan berlangsung esok hari, Sabtu 24 September 2022 di Stadion Bandung Lautan Api (GBLA). Setelah itu kedua negara akan kembali bertanding pada 27 September 2022 di Stadion Pakansari, Bogor.
Di atas kertas, Timnas Indonesia bisa dikatakan lebih unggul dibanding dengan Curacao. Kemenangan tentu saja bisa membuat rangking Indonesia di FIFA akan naik.
Itu harapan yang dimiliki ketua umum PSSI, Mochamad Iriawan dan publik sepak bola nasional.
"Mudah-mudahan mereka melakukan yang terbaik untuk menaikkan rangking FIFA, yang tadinya 179 sekarang sudah 155. Kalau menang nantinya FIFA yang hitung, nantinya akan naik lagi," kata Iriawan mengutip dari Antara.
Bicara soal ketua umum federasi, tidak seperti Indonesia yang tak pernah dipimpin oleh pelaku sepak bola, federasi sepak bola Curacao saat ini justru dipimpin oleh mantan pesepak bola yakni Ramiro Griffith.
Ramiro Griffith merupakan mantan pemain yang merintis karier di Liga Belanda. Masa muda Griffith dihabiskannya dengan bermain di akademi SC Heerenveen.
Setelah itu, ia bermain untuk VV Heerenveen dan Achilles 1894. Saat masih aktif sebagai pesepak bola, Griffith berposisi sebagai seorang striker.
Sempat bermain di FC Lisse di Liga Belanda pada 2004, ia kemudian pulang kampung dan melanjutkan karier di CSD Barber.
Pada 2017, Griffith pensiun di klub Liga Curacao, RKSV Centro Dominguito. Saat terpilih menjadi ketua umum PSSI-nya Curacao pada 2020, sebagai mantan pemain, Griffith punya keinginan besar untuk membawa tim nasionalnya lebih berprestasi, minimal di level kawasan Karibia.
Baca Juga: Ranking FIFA Jomplang dengan Curacao, Timnas Indonesia Dihimbau Jangan Kalah Sebelum Tanding
"Itu idealnya buat sepak bola kami. Ada banyak bakat hebat di pulau ini dan di Belanda," kata Griffith mengutip dari curacao.nu
Mengutip dari vi.nl, Griffith di tahun pertama kepemimpinannya mengangkat pelatih kawakan Belanda, Guus Hiddik sebagai direktur teknis dan mantan direktur akademi PSV, Art Langeler sebagai pelatih timnas. Keduanya lalu hengkang dari Curacao pada 2 Agustus 2022.
Namun tetap saja meski dipimpin oleh mantan pesepak bola tidak menjadi jaminan kondisi sepak bola Curacao tak bermasalah.
Setelah kepergian Hiddink dan Langeler, kondisi sepak bola Curacao sempat alami masalah. Baru pada 12 Agustus 2022, PSSI-nya Curacao menunjuk Remko Bicentini sebagai pelatih timnas yang baru.
Remko Bicentini memiliki kontrak selamat empat tahun hingga Piala Dunia 2026. Rekam jejak Bicentini sendiri tak main-main.
Ia adalah asisten pelatih tim nasional Kanada yang suskes membawa negara itu lolos ke Piala Dunia 2022 untuk pertama kali dalam sejarah.
Berita Terkait
-
Ranking FIFA Jomplang dengan Curacao, Timnas Indonesia Dihimbau Jangan Kalah Sebelum Tanding
-
Mengenal Lawan Timnas Indonesia, Curacao yang Berada di Peringkat 84 FIFA
-
Jika Timnas Indonesia Menang Lawan Curacao di FIFA Matchday, Poin Peringkat Indonesia di FIFA Bisa Naik Segini
-
Timnas Indonesia vs Curacao, Elkan Baggott: Bandung Sama Panasnya Kayak Inggris
-
Harga Tiket FIFA Matchday Timnas Indonesia vs Curacao Dijual Mulai Rp 80 Ribu, Mahal?
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Rekomendasi Sepeda Wimcycle Termurah untuk Dewasa, Solusi Olahraga Hemat
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku
-
Kisah Perjuangan Eman: Tempuh Jalan Kaki Demi Operasi Katarak Gratis, Kini Raih Cahaya Hidup
-
Aksi Berbahaya Pria Bergelantungan di Kap Mobil Viral, Lisa Mariana Sebut Ada Konflik Asmara
-
Bela Tanah Adat Berujung Laporan Polisi, Warga Ketapang Desak PT Mayana Cabut Kasus
-
Cek Fakta: Benarkah Proyek Irigasi Ballasaraja Kewenangan Pemprov Sulsel?
-
Tanggapi Gugatan Rp300 T Immanuel Ebenezer, KPK: Fokus Saja di Persidangan!
-
PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional
-
Basri Kinas Dorong Transformasi 'Blue Food', Laut Jadi Kunci Swasembada Pangan
-
Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik
-
Target Harga CBDK saat Saham Kuatkan Basis Recurring Income