- Butchery Training Centre dan The Gordon Australia menyelenggarakan pelatihan pengolahan daging dan keamanan pangan di Jakarta pada Juli–Agustus 2026.
- Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi teknis para profesional kuliner agar memenuhi standar internasional serta kebutuhan industri hospitality yang ketat.
- Inisiatif pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia secara global.
Suara.com - Profesi butcher atau ahli pengolahan daging mulai mendapat perhatian lebih seiring pesatnya perkembangan industri kuliner dan hospitality. Jika dulu pekerjaan ini identik dengan rumah potong atau pasar tradisional, kini keterampilan mengolah daging secara profesional justru menjadi salah satu kompetensi yang banyak dicari restoran, hotel, hingga bisnis food service modern.
Meningkatnya kebutuhan tersebut juga diiringi dengan tuntutan standar keamanan pangan (food safety) yang semakin tinggi. Tak heran, pelaku industri kini mencari tenaga kerja yang tidak hanya piawai memotong daging, tetapi juga memahami teknik penanganan bahan pangan sesuai standar internasional.
Melihat peluang tersebut, Butchery Training Centre (BTC) berkolaborasi dengan The Gordon Institute of TAFE, Australia, menghadirkan program pelatihan butchery, meat preparation, cookery, dan food safety di Jakarta pada Juli–Agustus 2026. Program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi chef muda, butcher, lulusan hospitality, maupun pelaku industri F&B melalui pembelajaran berbasis praktik.
Program Director Butchery Training Centre, Carlos Lalack, mengatakan kolaborasi ini merupakan respons terhadap meningkatnya kebutuhan industri hospitality dan food service di Indonesia akan tenaga kerja profesional yang memiliki keterampilan teknis sekaligus memahami standar keamanan pangan.
"Melalui kolaborasi dengan The Gordon kami ingin membuka akses terhadap pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini sekaligus mempersiapkan talenta Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global," kata Carlos.
Peluang profesi butcher juga tercermin dari kondisi industri global. Laporan industri meat processing 2025 menunjukkan lebih dari 60 persen pelaku industri masih mengalami kesulitan mendapatkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai standar operasional dan food safety internasional. Kondisi ini membuat lulusan pelatihan vokasi dengan keterampilan spesifik semakin dibutuhkan.
Pelatihan yang akan digelar di Jakarta ini mencakup tiga program utama, yakni Foundations of Meat Preparation and Cookery, Food Handlers Course, serta Food Safety Skill Set. Seluruh kelas akan dipandu trainer dan assessor profesional dari The Gordon yang memiliki pengalaman di bidang hospitality dan pendidikan vokasi.
Director of Education Excellence The Gordon, Kristen Grasso, mengatakan pihaknya berharap kolaborasi ini dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas bagi talenta Indonesia.
"Kami sangat antusias berkolaborasi dengan BTC untuk menghadirkan pelatihan culinary dan food safety berstandar internasional di Indonesia. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan keahlian sumber daya manusia serta membuka peluang kolaborasi jangka panjang di bidang vokasi yang berkelanjutan antara Indonesia dan Australia," ujarnya.
Baca Juga: Kepemimpinan Perempuan di Dunia Hospitality, Inilah Sosok GM ibis Styles Bogor Pajajaran
Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis dalam mengolah daging, tetapi juga pemahaman mengenai keamanan pangan yang menjadi salah satu aspek penting dalam industri kuliner modern. Keahlian tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di sektor hospitality, baik di pasar domestik maupun internasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan