Era 70-an menjadi masa bersemi sepak bola Argentina, di medio itu kekuataan Tim Tango begitu ditakuti oleh banyak negara di seluruh penjuru dunia.
Jika di tahun tersebut, Eropa memiliki Belanda dengan kekuataan Total Football, sepak bola Argentina dibangun secara estetis dengan mengandalkan kekuataan fisik, skill, serta kecakapan dalam memainkan taktik.
Kecapakan sepak bola Argentina itu tak lepas dari sosok satu ini, pria yang rambut hitam bergelombang dengan cambang dipelihara serta mata biru yang mencolok, Cesar Luis Menotti.
Di Argentina, Menotti memiliki julukan El Flaco atau si langsing merujuk pada postur tubunya yang sekilas bisa kita katakan sangat krepeng.
Pria kelahiran 5 November 1938 ini dianggap banyak orang sebagai sosok yang apatis terhadap lingkungan sekitar, terkesan menyindiri, dan kutu buku.
Namun jangan pernah menilai buku dari covernya, jangan nilai juga Menotti dengan perawakan luarnya, ia justru dianggap sebagai mastermind sepak bola Argentina.
Menotti ialah orang yang mampu membawa titel Piala Dunia 1978 dengan mengalahkan kekuatan Total Football milik Belanda.
Gelar Piala Dunia 1978 jadi pembalasan sempurna yang dilakukan Menotti dan Argentina terhadap Belanda, pasalnya di Piala Dunia 1974, Tim Tango dibuat malu dengan hanya menduduki peringkat terakhir babak kualifikasi Grup A Piala Dunia 1974.
Belanda dengan Johan Cruyff sukses menghajar Argentina dengan 4 gol tanpa balas di Parkstadion, Gelsenkirchen. Kekalahan yang membuat Menotti menaruh dendam kesumat terhadap Belanda.
Baca Juga: Cara Nyentrik Louis van Gaal Pilih Nomor Punggung Skuad Belanda di Piala Dunia 2022, Sesuai Umur
Sebagai seorang mastermind di sepak bola Argentina, lompatan terbaik Menotti sebagai pelatih ialah membawa klub Meksiko, Huracan mampu mengalahkan raksasa Argentina Rosario Central dengan skor telak 5-0 di final kompetisi Metropolitano.
"Ada permainan indah yang ditunjukkan Huracan di 2x45 menit laga. Keahlian skill, passing serta kecerdasan para pemain memainkan otaknya di tengah lapangan sungguh mengagumkan. Inilah ciri khas seorang Menotti," tulis salah satu media Argentina saat itu.
Menotti disebut-sebut mampu menciptakan metodologi baru dalam urusan taktik saat itu. Banyak orang menyebut metodologi taktik dirinya seperti menciptakan 'anti football'.
Pasalnya Menotti sendiri memiliki taktik yang berbeda dengan kebanyakan pelatih di eranya. Ia lebih suka memainkan taktik dengan penuh filosofi.
Pergerakan bola yang lihai, umpan-umpan cepat, serta kekuatan motivasi adalah konsep yang diterapkan Menotti di dalam timnya sebagai rumus kemenangan yang utama.
Menotti sendiri menyebut taktiknya sebagai 'sepakbola sayap kanan'.
Berita Terkait
-
5 Peraih Golden Ball di 5 Edisi Piala Dunia Selalu Berstatus Pecundang, Messi Termasuk
-
Piala Dunia: Sadio Mane Absen saat Senegal Jumpa Belanda di Pertandingan Pertama
-
Prediksi Pemain Terbaik Piala Dunia 2022, Ada Jagoanmu?
-
Sejumlah Artis Ternama Bakal Tampil di Open Ceremony Piala Dunia 2022
-
Mudah! Ini Cara Nonton Piala Dunia 2022 di HP
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Barcelona Ubah Total Rencana Transfer Rashford, Manchester United Dibuat Kaget
-
Resmi! Gen V Batal Lanjut Season 3 dan Rampung di Season 2
-
Krisis Timur Tengah Alihkan Fokus AS, Dominasi Cina di Laut Cina Selatan Kian Mengancam
-
FIFA Guyur Rp14 Triliun untuk Piala Dunia 2026, Negara Peserta Ketiban Durian Runtuh
-
Indonesian Bounce Music Naik Kelas, Primaria Fest 2026 Jadi Panggung Perayaan Generasi Baru
-
Beda Outfit Mulan Jameela di Nikahan Al Ghazali dan El Rumi, Dikritik Gagal Upgrade
-
Banyak Aduan soal Anggaran, Pengelolaan APBD Kaltim Dikawal Khusus Kemendagri
-
Acer Predator Helios Neo 16S AI Diperkenalkan, Laptop Gaming Tipis RTX 5060 untuk Gamer dan Kreator
-
Jalur KRL Bekasi-Cikarang Akan Segera Dibuka Secara Bertahap, Begini Penjelasan KAI
-
Iran Absen di Rapat FIFA karena Masalah Visa, Keikutsertaan di Piala Dunia 2026 Masih Tanda Tanya