/
Jum'at, 18 November 2022 | 10:56 WIB
Louis van Gaal (Sky Sports)

Era 70-an menjadi masa bersemi sepak bola Argentina, di medio itu kekuataan Tim Tango begitu ditakuti oleh banyak negara di seluruh penjuru dunia. 

Jika di tahun tersebut, Eropa memiliki Belanda dengan kekuataan Total Football, sepak bola Argentina dibangun secara estetis dengan mengandalkan kekuataan fisik, skill, serta kecakapan dalam memainkan taktik. 

Kecapakan sepak bola Argentina itu tak lepas dari sosok satu ini, pria yang rambut hitam bergelombang dengan cambang dipelihara serta mata biru yang mencolok, Cesar Luis Menotti.

Di Argentina, Menotti memiliki julukan El Flaco atau si langsing merujuk pada postur tubunya yang sekilas bisa kita katakan sangat krepeng. 

Pria kelahiran 5 November 1938 ini dianggap banyak orang sebagai sosok yang apatis terhadap lingkungan sekitar, terkesan menyindiri, dan kutu buku. 

Namun jangan pernah menilai buku dari covernya, jangan nilai juga Menotti dengan perawakan luarnya, ia justru dianggap sebagai mastermind sepak bola Argentina. 

Menotti ialah orang yang mampu membawa titel Piala Dunia 1978 dengan mengalahkan kekuatan Total Football milik Belanda.

Gelar Piala Dunia 1978 jadi pembalasan sempurna yang dilakukan Menotti dan Argentina terhadap Belanda, pasalnya di Piala Dunia 1974, Tim Tango dibuat malu dengan hanya menduduki peringkat terakhir babak kualifikasi Grup A Piala Dunia 1974. 

Belanda dengan Johan Cruyff sukses menghajar Argentina dengan 4 gol tanpa balas di Parkstadion, Gelsenkirchen. Kekalahan yang membuat Menotti menaruh dendam kesumat terhadap Belanda.

Baca Juga: Cara Nyentrik Louis van Gaal Pilih Nomor Punggung Skuad Belanda di Piala Dunia 2022, Sesuai Umur

Sebagai seorang mastermind di sepak bola Argentina, lompatan terbaik Menotti sebagai pelatih ialah membawa klub Meksiko, Huracan mampu mengalahkan raksasa Argentina Rosario Central dengan skor telak 5-0 di final kompetisi Metropolitano. 

"Ada permainan indah yang ditunjukkan Huracan di 2x45 menit laga. Keahlian skill, passing serta kecerdasan para pemain memainkan otaknya di tengah lapangan sungguh mengagumkan. Inilah ciri khas seorang Menotti," tulis salah satu media Argentina saat itu.

Menotti disebut-sebut mampu menciptakan metodologi baru dalam urusan taktik saat itu. Banyak orang menyebut metodologi taktik dirinya seperti menciptakan 'anti football'. 

Pasalnya Menotti sendiri memiliki taktik yang berbeda dengan kebanyakan pelatih di eranya. Ia lebih suka memainkan taktik dengan penuh filosofi.

Pergerakan bola yang lihai, umpan-umpan cepat, serta kekuatan motivasi adalah konsep yang diterapkan Menotti di dalam timnya sebagai rumus kemenangan yang utama. 

Menotti sendiri menyebut taktiknya sebagai 'sepakbola sayap kanan'.

Load More