Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares lakukan langkah tak terduga di tengah kondisi keuangan klub. Seperti diketahui, PSM Makassar saat ini krisis keuangan yang mengakibat gaji sejumlah pemain belum dibayar.
Belum diketahui pasti sudah berapa bulan gaji para staf, pelatih dan pemain PSM Makassar belum dibayarkan.
Terbaru, Bernardo Tavares memutuskan untuk lelang barang pribadinya demi membantu keuangan klub dan membayar gaji para pemain.
Tavares melelang barang pribadi mulai dari kaos polo, celana dan salah satu trofi pelatih terbaik miliknya. Hasil lelang itu akan ia berikan kepada staf dan pemain yang belum mendapatkan gaji.
Tavares berharap ada suporter ataupun donator yang bersedia memberikan penawaran tertinggi.
Ditegaskan oleh Tavares bahwa saat ini ia hanya memiliki tim dan pemain. Menurutnya, secara tim semua hal harus dilalui bersama-sama.
"Kita menang sama-sama dan kalah sama-sama," ungkap Tavares seperti dikutip, Kamis (14/9).
Sebelum Tavares, pelatih PSM sebelumnya, Petar Segrt juga pernah mengambil langkah serupa.
Pada 2012, pelatih PSM Segrt menalangi sebagian dari gaji 29 pemain PSM. Setiap pemain diberikan Rp. 4 Juta, sedangkan gaji 15 ofisial dibayar penuh.
Baca Juga: Wow! Ternyata Pertandingan Kandang PSM Makassar di BRI Liga 1 Bisa Ditonton Lewat Gunung, Benarkah?
Berita Terkait
-
BREAKING NEWS: Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavarez Lelang Thropy dan Jersey Demi Biayai Tim
-
Profil Hai Phong, Klub Vietnam yang Jadi Lawan Perdana PSM Makassar di Piala AFC 2023
-
Postingan Pemain PSM Makassar Yakob Sayuri: Kerja Terus Menerus, Gajian Terus Diundur
-
Jelang Hadapi Barito Putera, PSM Targetkan Kemenangan di Kandang Sendiri
-
Potret Rumah Asnawi Mangkualam di Makassar, Sederhana dan Banyak Koleksi Piala
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Dari Beragam Budaya hingga Satu Meja, Ketika Anak Muda Berani Cari Jalan Keluar untuk Isu Dunia
-
Diskon Hingga Rp100.000! Nikmati Japanese BBQ di Gyu-Kaku Pakai Promo BRI
-
Panglima Jilah Temui Prabowo di Istana, Bahas Solusi Karhutla dan Nasib Masyarakat Adat
-
Demo 27 Agustus, Romli Atmasasmita Soroti Kesiapan Struktural dan Sistem Presisi Polri
-
Bukan Cuma RUU Perampasan Aset, Membaca Keresahan di Balik Demo 27 Agustus
-
Tinggal di Rumah Bambu Tanpa TV, Janda di Jogja Ini Syok Dicap Masuk Kategori Orang Kaya Desil 10
-
Pascakebakaran, Desa Adat Sade Dikebut Pulih Jelang Peak Season MotoGP
-
Purbaya Mau Anggaran MBG Dipangkas Lagi Tahun Ini Setelah Efisiensi Jadi Rp 229 T
-
Sebelum Tewas Dikeroyok, Penjual Cermin di Pejompongan Sempat Pingsan dan Dibawa ke RS Mintohardjo
-
Sering Berujung Represif, YLBHI Sebut Polisi Belum Paham Demo Adalah Hak Konstitusional