Gregorius Ronald Tannur, anak anggota DPR resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan hingga membuat tewas seorang wanita dengan inisial DSA di Surabaya, Jawa Timur.
Atas aksi bengisnya itu, Ronald disangkakan pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun kurungan penjara.
Menurut keterangan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Pasma Royce, Ronald melakukan penganiayaan kepada korban dimulai dari Blackhole KTV.
Dari hasil rekaman CCTV dan keterangan dokter, korban mendapat penganiayaan dari korban, seperti dipukul dengan gunakan botol minuman jenis Tequila sebanyak dua kali di bagian belakang.
“Setelah itu di lorong juga terlibat cekcok. Ada satpam yang melihatnya,” ujar Pasma, Jumat (06/10/2023) seperti dikutip dari BeritaJatim.com--jaringan Suara.com
Setelah bertengkar di Blackhole KTV, Dini dan Ronald Tannur menuju basement parkiran Lenmarc. Dini lantas bersandar ke pintu depan sebelah kiri dari mobil Kijang Innova milik Ronald Tannur.
Ronald yang sudah di kursi kemudi kemudian memacu kendaraannya. Akibatnya korban yang masih bersender di pintu terseret hingga 5 meter. Selain itu, tubuh bagian kanan Dini juga terlindas oleh mobil.
“Mendapati hal itu, korban lalu dimasukan ke bagasi mobil di bagian belakang,” imbuh Pasma.
Setelah itu, korban dibawa oleh Ronald ke apartemen. Kondisi korban saat tiba di apartemen dalam kondisi lemas tak berdaya.
Baca Juga: Beasiswa Indonesia Maju Dibuka Bulan Oktober 2023, Simak Cara Daftarnya
Ronald sempat memberikan nafas buatan. Karena kondisi Dini kian memburuk, Ronald membawa ke National Hospital (NH).
“Korban dinyatakan tewas pukul 02.32 WIB,” pungkas Pasma.
Berita Terkait
-
Viral Wanita Tewas Dianiaya Anak Anggota DPR, Hotman Paris Siap Beri Bantuan Hukum
-
Miris! Ini Unggahan Terakhir Wanita Korban Penganiayaan Anak Anggota DPR
-
Anaknya Aniaya Pacar sampai Tewas, Segini Harta Anggota DPR Edward Tannur Versi LHKPN
-
Kronologi Anak Anggota DPR Aniaya Pacarnya Hingga Meninggal, Dipukul Botol Hingga Terseret Mobil 5 Meter
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026