Suara.com - Pelatih Juventus Antonio Conte mengeluhkan sikap pelatih Tim Nasional Italia Cesare Prandelli. Conte menganggap Prandelli bersikap kurang sopan saat memanggil salah satu anak asuhnya, Giorgio Chiellini. Chiellini saat ini masih menjalani terapi penyembuhan atas cedera otot yang dialaminya tiga pekan lalu.
Dalam pemanggilan tersebut, Prandelli melangkahi Pelatih terbaik Serie A tersebut. Prandelli tidak meminta izin Conte baik secara formal ataupun informal.
"Paling tidak saya berharap Prandelli menelepon terlebih dulu menanyakan bagaimana kondisinya (Chiellini). Bagi saya sikap seperti ini sangat tidak sopan dan merupakan cara orang tidak terdidik. Kami memberikan banyak pemain kepada timnas. Jika mereka bersikap seperti ini rasanya tidak adil," jelas Conte.
"Chiellini tidak main selama tiga minggu dan baru mulai berlatih. Saya tidak suka melihatnya dipanggil dalam kondisi seperti itu. Itu sangat mengganggu saya," tambahnya.
Sikap Conte dibenarkan oleh General Manager Juventus Giuseppe Marotta, yang juga tidak senang melihat pemanggilan Chiellini.
"Kami ingin melihatnya sembuh total pekan ini dan saya tidak mengharapkan hal ini. Saya tidak ingin ada kontroversi. Saya mengatakan ini karena dia (Chiellini) tidak bermain untuk kami sejak mengalami cedera," tegas Marotta.
Menanggapi sikap Conte dan Marotta, Prandelli menganggap bahwa dirinya mempunyai hak untuk memanggil pemain yang diinginkannya.
"Juventus mengharapkan telepon? Saya berharap mereka menelepon saya. Jika pemain sudah berada di lapangan ataupun di bangku cadangan, saya memiliki hak untuk mengambilnya," terang Prandelli.
"Setelah pertandingan kemarin malam, dokter Juventus mengirim pesan pada dokter kami bahwa Giorgio telah kembali berlatih secara normal," akunya. (Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey