Suara.com - Memasuki pekan ke-31, persaingan papan atas Liga Premier Inggris kian sengit. Manchester City, Liverpool dan Arsenal yang sama-sama meraih tambahan tiga poin terus berupaya mengejar Chelsea selaku pemuncak klasemen saat ini dengan koleksi 66 poin.
Selisih poin antara Chelsea dengan Liverpool dan Arsenal yang berada di posisi dua dan tiga klasemen sementara cukup dekat, yaitu selisih empat poin. Begitu pula Manchester City yang berada di posisi ke-4 dengan 60 poin. Dengan sejumlah laga tersisa, selisih enam poin dari Chelsea dan dua poin dari Liverpool dan Arsenal, The Citizens juga pantas diperhitungkan dalam persaingan.
Dengan menyisakan jumlah pertandingan berbeda, Chelsea masih sangat mungkin tergeser dari posisi puncak. Pasalnya, Chelsea telah melakoni 30 laga, sementara Liverpool dan Arsenal masih menyisakan satu laga dari Chelsea. Jika keduanya meraih poin penuh di pekan ke-31 dan Chelsea kembali mengalami kekalahan, maka The Reds dan The Gunners hanya akan menyisakan selisih satu poin dari The Blues.
Begitu pula dengan The Citizens. Berada di posisi empat dengan 60 poin, Manchester Biru baru melakoni 27 laga. Artinya, City masih menyisakan tiga laga dari Chelsea. Jika di tiga laga tersebut kubu Manuel Pellegrini meraih poin sempurna, maka bisa dibayangkan peluang City beranjak ke puncak klasemen sementara Liga Premier.
Liga Inggris musim ini juga terbilang cukup unik. Masih menyisakan rata-rata sembilan pertandingan, kekalahan yang ditorehkan keempat klub di atas telah mencapai rata-rata kekalahan klub papan atas di musim-musim sebelumnya.
Chelsea sejauh ini telah mengalami empat kali kekalahan. Sementara Liverpool, Arsenal dan Manchester City telah tumbang sebanyak lima kali.
Menilik catatan akhir beberapa musim sebelumnya, angka lima adalah jumlah kekalahan tertinggi yang dialami pemuncak akhir klasemen di tiga musim sebelumnya.
Musim lalu, Manchester United selaku juara liga hanya mencatatkan lima kali kalah. Begitu pula di musim sebelumnya saat gelar juara jatuh ke tangan Manchester City. Saat itu The Citizens juga tumbang sebanyak lima kali dalam satu musim. Dan di musim 2010/2011, MU yang saat itu berhasil merebut gelar juara Liga Premier dari tangan Chelsea, hanya mengalami empat kali kalah.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Calvin Verdonk dan Lille Jaga Asa ke Liga Champions usai Hajar Paris FC
-
Statistik Gemilang Maarten Paes saat Ajax Bungkam NAC Breda
-
Kabar Buruk dari Ole Romeny, Terjeblos ke Divisi 3 Liga Inggris!
-
Update Pemain Timnas Indonesia di Eropa: Verdonk Cadangan, Tim Jay Idzes Imbang
-
Persib dan Borneo FC Bersaing Ketat, Bojan Hodak Bicara Mental Juara
-
Kabar Buruk untuk Timnas Belanda, Xavi Simons Resmi Absen di Piala Dunia 2026
-
Klasemen Liga Inggris: Arsenal Kembali ke Puncak, Liverpool Pepet MU
-
AC Milan vs Juventus Berakhir Antiklimaks, Drama VAR Gagalkan Kemenangan Bianconeri
-
Blunder Carlos Augusto Bikin Inter Milan Gagal Bawa Tiga Poin dari Markas Torino
-
Kombinasi Maut Guirassy dan Fabio Silva, Dortmund Bantai SC Freiburg 4-0