Suara.com - Proses seleksi dengan pola promosi dan degradasi pemain terus dilakukan terhadap para pemain Tim Nasional U-19 di pemusatan latihan. Kali ini, tim pelatih pimpinan Indra Sjafri kembali memulangkan pemain.
Pemulangan pemain terjadi atas pemain yang sudah bergabung sebelumnya, dan pemain yang baru diseleksi dari hasil pemantauan Tur Nusantara tahap pertama. Indra mengatakan bahwa ada dari 3 pemain yang diseleksi dari tur Nusantara tahap pertama.
Ketiga pemain itu adalah Martinus asal Pra PON DIY, Sukarno Andi Wijaya asal Persewangi dan M Hamdan Zamzani dari PSS Sleman. Namun hanya Martinus yang diberi kesempatan untuk diperpanjang masa pemantauannya. Sementara Sukarno dan M Hamdan harus pulang.
"Sedangkan dari skuad sebelumnya, tim pelatih memulangkan Reza Pahlevi Sitorus," ungkap Indra dalam rilis Badan Tim Nasional, Sabtu (3/5/2014).
Pemulangan pemain kali ini sama dengan pemulangan pemain sebelumnya. Tolok ukur yang digunakan tim pelatih adalah aspek teknis dan mental. Maklum tim yang dipersiapkan untuk lolos sebagai peserta Piala Dunia U-20 ini dipoles dengan sangat kompetitif.
Kemampuan fisik, teknik, intelejensi dan mental yang prima menjadi syarat utama untuk tetap bergabung bersama tim ini.
"Promosi dan degradasi sesuatu yang biasa dalam pemusatan latihan. Nanti pada akhirnya tim ini juga akan menciut lagi. Tim pelatih pasti akan memulangkan lagi beberapa pemain yang tidak kompetitif," tukas Indra.
Berita Terkait
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Timnas Iran Keluhkan Perlakuan Pejabat AS, Perjalanan Tim ke Seattle Sempat Tertunda
-
Sihir Vinicius Junior di Miami: Cetak Brace, Bikin Ancelotti Geleng-Geleng Kepala
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey