Suara.com - Pelatih Korea Selatan Hong Myung-Bo bersumpah untuk membenahi barisan pertahanan skuad Ksatria Taeguk di putaran final Piala Dunia. Pernyataan tersebut disampaikan Hong usai timnya dipermalukan Ghana empat gol tanpa balas di laga uji coba terakhir yang di helat di Florida, AS, Selasa (10/6/2014) pagi.
"Sebelum kami menghadapi Rusia di laga perdana, kami masih memiliki waktu sekitar satu minggu. Kami bisa memperbaiki masalah (lini belakang) di rentang waktu tersebut," jelas Hong.
"Dengan kekalahan ini, saya harap akan berdampak positif pada para pemain," tambahnya.
Menanggapi kekalahan tersebut, Hong mengaku telah menerapkan strategi dan formasi tepat dalam pertandingan. Namun kesalahan individu pemain harus dibayar mahal dengan dua gol pertama Ghana.
"Saya pikir itu bukanlah kesalahan sistematis melainkan kesalahan sejumlah individu yang memicu terjadinya dua gol pertama. Dan tertinggal dua gol membuat permainan kami kacau," tandas mantan punggawa timnas korsel tersebut.
Selain kesalahan individu sejumlah pemain, Hong juga mengakui bahwa anak-anak asuhnya tidak tampil optimal di laga uji coba terakhir.
"Karena itu laga (uji coba) terakhir kami, para pemain bermain di bawah tekanan tinggi. Mereka semua tegang dan tidak bisa tampil 100 persen," tutupnya. (Soccerway)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123