Suara.com - Piala Dunia biasanya membuat warga dari negara yang menjadi tuan rumah bersatu. Namun, tidak demikian dengan warga Brasil. Hingga beberapa jam sebelum ajang sepak bola terbesar itu dimulai, masih ada warga yang melakukan unjuk rasa. Mereka mengkritik penggunaan dana dalam jumlah besar untuk membangun stadion.
Mereka juga mempertanyakan kenapa harus 12 kota yang menjadi tuan rumah Piala Dunia 2014? Empat tahun lalu, hanya ada 10 kota yang dipilih untuk menyelenggarakan Piala Dunia di Afrika Selatan. Pada 2006, memang ada 12 kota yang dipilih tetapi sebagian besar tidak perlu membangun stadion baru.
Salah satu teori kenapa ada 12 kota yang dipilih untuk menjadi penyelenggara Piala Dunia adalah politis. Presiden Brasil Dilma Rousseff akan menghadapi pemilihan umum pada Oktober nanti. Dia diduga mempolitisasi Piala Dunia agar bisa kembali terpilih sebagai Presiden.
Caranya? Rousseff menunjuk kota yang berasal dari wilayah utara untuk menjadi penyelenggara. Dengan demikian, dia bisa meraup dukungan dari warga kota tersebut dalam pemilu nanti. Namun, Rousseff sudah membantah tudingan tersebut.
“Kami melakukan ini di atas segalanya yaitu demi warga Brasil,” katanya.
Namun, mayoritas warga Brasil tidak percaya dengan bantahan Rousseff tersebut. Mereka juga tidak yakin uang sebesar 8,1 miliar euro yang dikeluarkan untuk membangun stadion bisa memberikan keuntungan ekonomi kepada warga setempat.
Dukungan kepada Rousseff anjlok menjadi 34 persen. Namun, rival Rousseff juga tidak lebih baik dan hanya meraih 30 persen dukungan. Karena itu, warga Brasil sepertinya tidak punya banyak pilihan dalam pemilu nanti. Salah satu hasil jajak pendapat mengungkapkan, 72 persen responden tidak percaya dengan cara Rousseff menjalankan pemerintahan sebagai Presiden.
Apabila Brasil bisa menjadi juara, bukan tidak mungkin popularitas Rousseff akan meningkat dan bisa menang dalam pemilu nanti. Inilah yang membuat warga Brasil terbelah. Di satu sisi, mereka ingim Tim Samba bisa juara dan di sisi lain tidak ingin Rousseff memanfaatkan hak itu untuk menang dalam pemilu. (Goal)
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
Terkini
-
Pernahkah Timnas Indonesia dan Saint Kitts and Nevis Berhadapan?
-
4 Pemain Andalan Timnas Indonesia yang Bisa Jadi Kunci Kemenangan atas Saint Kitts and Nevis
-
Siapa Pengganti Dean James di Laga Timnas Indonesia vs Kitts and Nevis?
-
Elkan Baggott Bikin Timnas Indonesia Tambah Opsi Senjata Mematikan, Apa Itu?
-
Persib Bandung Bakal Kecipratan Dana Miliaran Jika Timnas Irak Lolos ke Piala Dunia 2026
-
1.300 Personel Gabungan Amankan FIFA Series 2026 di GBK
-
Lawan Timnas Indonesia, Pelatih St Kitts and Nevis Cuek Soal Perbedaan Ranking FIFA
-
4 Pilar Persija di Timnas Indonesia Bawa Misi Besar, Siap Tempur di FIFA Series 2026
-
Sentil Persija hingga Nostalgia GBK, Pelatih Bulgaria Ungkap Perubahan Besar Timnas Indonesia
-
Undian Piala Asia 2027 Resmi Ditunda, AFC Tunggu Kehadiran Seluruh Peserta