Bola / Liga Inggris
Minggu, 17 Mei 2026 | 10:08 WIB
Perayaan gelar juara Liga Skotlandia milik Celtic FC berubah ricuh setelah ribuan suporter bentrok dengan polisi antihuru-hara di pusat kota Glasgow, Sabtu (16/5/2026) malam waktu setempat. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Ribuan suporter Celtic terlibat bentrok dengan polisi saat merayakan gelar juara liga di pusat kota Glasgow, Sabtu (16/5/2026).
  • Situasi memanas ketika massa melempari petugas dengan botol saat polisi berusaha menertibkan kerumunan serta menangani keadaan darurat medis.
  • Invasi suporter ke lapangan di Celtic Park menyebabkan staf dan pemain Hearts merasa terintimidasi hingga harus segera meninggalkan stadion.

Suara.com - Perayaan gelar juara Liga Skotlandia milik Celtic FC berubah ricuh setelah ribuan suporter bentrok dengan polisi antihuru-hara di pusat kota Glasgow, Sabtu (16/5/2026) malam waktu setempat.

Kerusuhan pecah beberapa jam setelah Celtic memastikan gelar Scottish Premiership usai menang dramatis 3-1 atas Heart of Midlothian F.C. di laga terakhir musim ini.

Ribuan fans Celtic memadati kawasan Trongate untuk merayakan keberhasilan tim kesayangan mereka.

Namun situasi berubah kacau ketika aparat kepolisian mencoba membubarkan kerumunan yang semakin tidak terkendali.

Polisi Skotlandia mengonfirmasi petugas mereka dilempari botol dan berbagai benda lain saat berusaha menangani situasi di lokasi.

Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat sejumlah suporter Celtic saling berkelahi di tengah jalan ketika polisi antihuru-hara mulai bergerak masuk ke area kerumunan.

“Petugas masuk ke tengah kerumunan untuk membantu keadaan darurat medis, tetapi justru menghadapi tingkat permusuhan yang signifikan,” bunyi pernyataan resmi Polisi Skotlandia seperti dilansir dari Metro.uk

“Botol dan benda lainnya dilemparkan ke arah petugas. Polisi kini mengambil tindakan tegas untuk membubarkan massa,” lanjut pernyataan tersebut.

Sejumlah penangkapan juga telah dilakukan selama operasi pengamanan berlangsung.

Baca Juga: Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas

Polisi meminta masyarakat menghindari kawasan Trongate demi alasan keselamatan.

Tidak hanya di luar stadion, situasi panas juga terjadi di dalam Celtic Park.

Suporter Celtic dilaporkan melakukan invasi lapangan setelah gol Callum Osmand di masa injury time memastikan kemenangan 3-1 atas Hearts.

Klub Hearts mengecam keras tindakan suporter tuan rumah yang disebut melakukan intimidasi verbal dan fisik terhadap pemain serta staf mereka.

Pihak klub bahkan mengaku harus segera meninggalkan stadion karena situasi dianggap mengancam keselamatan.

“Atmosfer di stadion sangat mengintimidasi dan mengancam. Keselamatan pemain serta staf menjadi prioritas utama kami,” tulis pernyataan resmi Hearts.

Load More