- Mantan Presiden Joko Widodo berencana berkeliling Indonesia setelah pulih untuk mengampanyekan Partai Solidaritas Indonesia dalam Pemilu 2029.
- Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menilai kunjungan tersebut merupakan strategi Jokowi untuk mengamankan posisi partai bagi keluarganya.
- Kesuksesan PSI di parlemen dianggap krusial demi menjaga pengaruh politik serta masa depan keluarga besar Joko Widodo.
Suara.com - Agenda keliling Indonesia yang direncanakan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai pulih dari sakit dinilai bukan sekadar kunjungan silaturahmi biasa.
Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago memprediksi, Jokowi tengah menyiapkan misi besar untuk meloloskan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ke parlemen pada Pemilu 2029 mendatang.
Pangi menilai, kesehatan Jokowi yang dikabarkan sudah mencapai 99 persen akan menjadi modal utama sang mantan presiden untuk kembali "turun gunung".
Agenda menyapa masyarakat di berbagai daerah dianggap sebagai strategi terselubung untuk mengkampanyekan partai yang kini dinakhodai putra bungsunya, Kaesang Pangarep.
"Bisa iya bisa tidak bisa lolos atau tidak kan itu tergantung Pak Jokowi, karena kan tulang punggungnya Pak Jokowi gitu," ujar Pangi dalam tayangan di kanal YouTube forumkeadilanTV, dikutip Kamis (14/5/2026).
"Pemegang Saham Mayoritas"
Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting ini mengibaratkan posisi Jokowi di PSI layaknya seorang pemegang saham mayoritas.
Ada keterikatan emosional dan kepentingan politis yang sangat besar yang membuat Jokowi, menurutnya mustahil lepas tangan dari partai berlambang gajah tersebut.
"Mengurus PSI bagaimana PSI sekarang menjadi target beliau untuk apa, saham beliau kayaknya ada di PSI itu besar sekali kan," jelas Pangi.
Baca Juga: Grace Natalie Perintahkan Ahmad Ali Tak Bawa Nama PSI dalam Polemik Video JK
Menurut Pangi, nasib keluarga besar Jokowi di panggung politik nasional juga sangat bergantung pada eksistensi PSI. Jika partai tersebut gagal menembus ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar 4 persen, maka pengaruh politik keluarga Jokowi menurutnya terancam meredup.
"Untuk mengkampanyekan PSI karena nampak-nampaknya bagi Pak Jokowi kalau PSI ini kalah maka redup lagi gitu karier politiknya, karir anak, dan keluarganya ya kan," tambahnya.
Lebih tajam lagi, Pangi melihat adanya pergeseran fungsi PSI dari sekadar organisasi politik menjadi wadah untuk mengamankan kepentingan pribadi dan keluarga Jokowi.
Kehadiran Jokowi di tengah masyarakat nantinya diperkirakan akan lebih banyak membawa narasi perlindungan terhadap masa depan trahnya.
"Saya terus terang, mengkampanyekan keluarganya bukan PSI-nya. Mengkampanyekan keluarganya bagaimana menyampaikan bahwa kalau enggak ada PSI saya nanti keluarga saya tidak jelas lagi masa depannya," kata Pangi.
Pangi pun menyimpulkan bahwa bagi Jokowi, PSI adalah benteng pertahanan terakhir.
"Jadi kalau enggak ada PSI saya enggak, enggak ada yang melindungi saya menjaga saya. Nah itulah intinya," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Pakar Manajemen Publik: Ambisi Politik Keluarga Jokowi Berisiko Rusak Kepercayaan Demokrasi
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI, Forum Konferensi Republik Terpaksa Pindah ke Kafe
-
Tim Jibom Polda Papua Musnahkan 2 Granat Nanas Peninggalan Perang Dunia II
-
81 Tahun Menanti, Warga Sipiongot Beri Tradisi Ini ke Bobby Nasution Usai Jalan Tembus Dibangun
-
DJKI Cermati 124 Situs Hasil Laporan Motion Picture Association
-
Open House Sekolah Rakyat Palembang: Gus Ipul Minta Penjangkauan Siswa Dilakukan Secara Jujur
-
Berat Badan 120 Kg dan Gejala Stroke, Razman Nasution Ditempatkan di Blok E Lapas Cipinang
-
Janji Prabowo Terbuka Terima Usulan: Jangankan Profesor, Dari Anak Desa Pun Saya Tindaklanjuti
-
183 Warga Pinggir Rel Senen Direlokasi, KAI Ratakan Puluhan Bangunan Liar