Suara.com - Setelah lima tahun absen, Liverpool mengawali langkahnya di Liga Champions dengan kemenangan dramatis. Menjamu Ludogorets di Anfield, The Reds meraih kemenangan lewat penalti Steven Gerrard di akhir laga.
Dalam pertandingan tersebut, Balotelli membuka keunggulan The Reds sekaligus mencetak gol pertamanya di Anfield. Namun laga berubah dramatis setelah Dani Abalo menyamakan kedudukan menjadi 1-1, sebelum akhirnya Gerrard mengunci kemenangan The Reds di menit 90+3.
Jalannya Pertandingan
Menampilkan permainan umpan-umpan pendek, Liverpool mendominasi jalannya laga sejak peluit kick-off dibunyikan. Kerjasama Moreno, Sterling dan Coutinho beberapa kali berhasil menciptakan celah di barisan pertahanan Ludogorets. Namun belum satupun peluang tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh barisan depan tuan rumah.
Memasuki menit 22, Liverpool berhasil mencipta peluang pertamanya. Kerjasa satu dua antara Balotelli, Lallana dan Sterling nyaris menggentarkan gawang lawan jika saja bola tidak dibendung oleh Borjan.
Selepas pertengahan babak pertama, Liverpool terus mengurung pertahanan tim tamu. Di menit 37 Lallana mendapat peluang namun belum mampu dimanfaatkan dengan baik.
Begitu pula dengan Lovren di menit 39. Mendapat ruang, Lovren melepas tendangan keras ke arah gawang. Sayang bola masih melebar di sisi kiri gawang Borjan. Hingga turun minum, skor kacamata tetap bertahan.
Di awal babak kedua, The Reds langsung mengancam. Mendapat bola, Henderson melepaskan tendangan keras dari jarak jauh. Meski bola tepat mengarah gawang, upaya tersebut kembali digagalkan Borjan.
Di menit 59, tim tamu yang mengandalkan serangan balik nyaris memecah kebuntuan. Berhasil lepas dari kawalan, Misjidan melepaskan bola ke arah gawang. Beruntung bagi The Reds, Mignolet masih mampu membaca arah bola.
Untuk memecah kebuntuan, manajer Liverpool Brendan Rodgers melakukan perubahan strategi dengan menarik keluar Lallana dan Coutinho. Sebagai gantinya, Rodgers memasukkan Fabio Borini dan Lucas Leiva.
Perubahan yang dilakukan Rodgers terbukti membuat serangan The Reds lebih tajam. Dua menit masuk lapangan, Borini langsung menghentak dengan melepaskan tandukkan yang memaksa Borjan bekerja ekstra keras untuk menghalau bola memasuki gawangnya.
Memasuki menit 72, Ludogorets balik mengancam. Bezjak nyaris menggetarkan gawang Mignolet dengan sepakan kerasnya. Sayang bola membentur tiang gawang.
Liverpool akhirnya berhasil memecah kebuntuan di menit 82. Mario Balotelli mencetak gol pertamanya sekaligus membawa The Reds memimpin 1-0.
Di masa injuri, tim tamu berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Dani Abalo. Namun, harapan Ludogorets untuk membawa pulang satu poin kandas setelah wasit menunjuk titik putih usai pelanggaran Borjan terhadap Manquilo di kotak terlarang.
Steven Gerrard yang maju sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya sekaligus mengunci kemenangan The Reds 2-1.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Luas Biasa! 29 Ribu Bobotoh di GBLA Bikin Layvin Kurzawa Berasa di Rumah Sendiri
-
Persib Tundukkan MU dengan Skor Meyakinkan, Umuh Muchtar Puas Dendam Lama Terbalas
-
TEBAK SKOR Final Piala Asia Futsal 2026, Timnas Indonesia vs Iran: Sejarah di Depan Mata
-
Michael Carrick Tak Silau, Minta MU Tak Gegabah Angkat Dirinya Jadi Pelatih Tetap
-
Epstein Files Bongkar Cerita Lama Chelsea, Ada Skandal Apa Lagi?
-
Maarten Paes Gagal Debut di Ajax Akhir Pekan Ini, Ada Apa?
-
Tiket Liga Champions Jadi Penentu Masa Depan Carrick di Manchester United
-
Nasib Trent Alexander-Arnold: Suram di Real Madrid, Ditolak Pulang Liverpool
-
Final Piala Asia Futsal 2026: Ketum Federasi Iran Singgung Militansi 16 Ribu Suporter Indonesia
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah